'Trip #11 : "Tanjung Aan dan Batu Payung - Lombok ".'

Artikel ini menceritakan pengalaman pribadi penulis tentang tempat wisata yang dikunjungi di Lombok. Tanjung Aan dan Batu Payung merupakan dua dari banyak tempat di lombok yang sangat indah dan exotic dimana penulis menghabiskan satu hari untuk mengunjungi kedua tempat tersebut.

Trip #7 Kuliner #4 : "Warna - Warni Kota Palembang"

Palembang dengan keindahan malam hari dan keanekaragaman kuliner yang tersaji

Trip #6 : "Keindahan Senja di Langit Tanjung Pinang"

Menikmari keindahan langit saat akan senja di pinggir pelabuhan Tanjung Pinang- Kepulauan Riau

Trip #3 : "Tarakan - Tanjung Selor

Perjalanan ke Tanjung Selor dan Tarakan serta menikmati hutan bakau yang ada di Tarakan.

Blog #2 : "Blogging is an Art"

Perjalanan hidup pribadi sehingga memilih untuk menjadikan blogging menjadi passion

Showing posts with label Passion. Show all posts
Showing posts with label Passion. Show all posts

Wednesday, April 18, 2018

Sate yang Selalu Membuat Kangen Kota Solo

Assalamualaikum,

Tiba-tiba jadi pengen nulis tentang makanan gara-gara hujan turun terus diluar sana. Udaranya pun jadi semakin dingin kaya sifat kamu ke aku #eaaaaa...hahaha jadi alay gw. Langsung aja karena udaranya semakin dingin gw jadi kepikiran atau lebih ekstrimnya kangen banget sama sate. Emang sate ini banyak dicari orang saat cuaca mendung begini. 

Ngomong-ngomong tentang sate gw jadi ingat tentang kota Solo yang mempunyai banyak jenis sate yang unik dan tentunya enak buat dijadikan santapan. Selama ini gw sudah pernah nyobain 2 jenis sate yang terkenal di Kota Solo yaitu Sate Buntel dan Sate Kere. Untuk rasanya ga usah ditanya kelezatannya, kedua sate ini semuanya sangat enak jadi kalo disuruh milih doyan mana, dengan berat hati bukan maksud mendua gw jelas pilih keduanya hahahaha..... maklum serakah. 

Yang Pertama adalah...........

Sate Buntel
Sate Buntel

Kuliner di atas adalah sate Buntel. Sate ini berbeda dengan sate yang lain pada umumnya, pada sate lain pada umumnya terdiri dari irisan daging ayam/kambing/sapi yang ditusuk dengan tusuk sate lalu di bakar kalo sate buntel ini daging tidak diiris atau dipotong melainkan di giling lalu lilitkan (dalam bahasa jawa di buntel) berlapis-lapis dan dicampur dengan lilitan gajih/lemak lalu di bakar lalu disajikan dengan dicincang. jadi jangan heran kalo kita memesan sate buntel ga ada tusuknya karena biasanya disajikan tanpa tusuk. Lebih nikmat lagi kalo kita juga memesan tengkleng trus makan bersama sate buntel jadinya kenikmatan yang hakiki. 

Yang sudah pernah gw cobain adalah Sate Buntel Haji Bejo yang konon katanya merupakan salah satu tempat kesukaan Pak Presiden RI (Pak Jokowi). Cuma jangan pesen banyak-banyak ya karena selain berbahaya bagi kesehatan badan seperti kolestrol dan darah tinggi, makan kebanyakan sate buntel juga dapat berbahaya bagi kesehatan dompet hahaha... karena satu porsinya berkisar 30 ribu - 40 ribu rupiah. Cuma bagi yang pertama kali datang ke Kota Solo, sate ini wajib dicoba ya.....

Yang Kedua adalah........
Sate Kere
Sate Kere
Berbeda dengan sate buntel yang terkesan daging banget, sate kere ini adalah sate yang terdiri dari campuran tempe gembus, otot, kikil dan gajih disajikan dengan lontong atau ketupat. Gw baru sekali mencoba sate kere ini karena kebetulan gw pernah di solo saat ada Festival Payung berlangsung dan gw menemukan sate kere saat lapar. Walaupun kita tidak menemukan daging dalam sate ini, soal rasa menurut gw sih tidak kalah dari sate buntel bahkan sate kere ini juga termasuk enak. Kelebihan sate ini adalah harganya yang murah dan variatifnya bahan baku sate. untuk 1 porsi biasanya dipatok dengan harga Rp.10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah) , tentu sangat murah dan terjangkau mengingat kita sudah dapat menikmati sate dengan berbagai bahan ( tempe gembus, otot, kikil dan gajih).

Entah kenapa diberi nama sate kere. cuma kalo gw cari tau di internet maupun tanya orang sih katanya karena sate ini dulu banyak dimakan oleh orang miskin yang tidak sanggup makan sate daging yang merupakan makanan mewah pada dahulu kala. 


Sekian. Tks...

Thursday, January 11, 2018

"Pasar Ekstrim Tomohon - Manado"

Pasar Beriman Tomohon

Assalamualaikum,

Gw punya satu pengalaman yang menurut gw sangat unik dan bikin gw sebenernya merinding. Sekitar 3 bulan lalu gw pergi ke salah satu pasar unik di Tomohon yaitu Pasar Ekstrim Tomohon. Dibilang "Ekstrim" karena pasar tersebut menjual berbagai daging hewan yang menurut gw ga lazim buat dimakan seperti anjing, kucing, tikus, ular piton, babi hutan maupun kera. Semua daging yang dijual itu ternyata memang untuk dikonsumsi oleh masyarakat sekitar. Oh iya... Tomohon adalah salah satu Kota yang berada di Provinsi Sulawesi Utara. Jika dari Kota Manado diperlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan dart menggunakan mobil. Disini bisa dibilang lumayan sejuk udaranya.

Pasar Beriman Tomohon
Pasar Beriman Tomohon

Papan Petunjuk ke Pasar Ekstrim
Pasar Ekstrim Tomohon ini seperti kebanyakan pasar tradisional pada umumnya yang menjual berbagai kebutuhan pokok seperti sayur, buah dan pakaian pada bagian depan namu jika ditinjau ke bagian tengah terdapat papan petunjuk bertuliskan "Pasar Ekstrim" yang isinya seperti gw ceritakan di awal tadi. Jadi sebenernya gw udah tau kalo Pasar Ekstrim itu isinya jual daging begituan cuma namanya rasa penasaran gw yang lumayan besar dan ini merupakan pengalaman pertama gw juga alhamdulillah bisa juga ke tempat unik seperti ini yang ga ada salahnya mencoba memberanikan diri masuk dan melihat seperti apa keadaan pasarnya.

Anjir Perutnya Kok Bisa Begitu

Kasian Beud dah ya!! Masih Mau Makan Daging Di Sini

Setelah masuk ke lokasi gw langsung melihat pemandangan yang sangat memprihatinkan yaitu banyak anjing hiudp yang dikerangkeng atau di kandangin, lalu di atas kandang tersebut sudah ada beberapa ekor anjing yang sudah matang (keadaan mati dan hangus terbakar) terpampang. Bisa dibayangin temennya si anjing ngeliatin temennya kaku tak bernyawa. Gw juga sempet liat cara si anjing yang hendak di jual tersebut dibunuh, pokoknya gw langsung goyang keberanian deh. Ya acara kriminal di TV tentang pembunuhan memakai benda tumpul mungkin seperti itu kali ya, ngeri dah pokoknya (Ga tega gw sebenernya).

Pyton - Pasar Ekstrim Tomohon
Kok ada Batiknya?

Tikus Sawah - Pasar Ekstrim Tomohon
Bakuriyu Di Panggang

Kelelawar - Pasar Ekstrim Tomohon
Batman Aja Terbujur Kaku

Babi - Pasar Ekstrim Tomohon
Mirip Majin Boo Tapi Lebih Ngeselin
Selain itu banyak los/tempat dagang di bagian tengah pasar menjual daging non halal dan tak lazim (menurut gw ya) , banyak yang gw liat seperti tikus hutan, babi hutan, ular dan kelelawar. Memang ga semuanya berjualan daging seperti itu masih ada kok yang jual daging ayam dan daging sapi cuma jumlahnya tidak terlalu banyak seperti daging ekstrim. Selain pemandangan di pasar tersebut yang membuat badan gw sedikit mual adalah bau daging yang dijual di sana belum familiar dengan indera penciuman gw jadi sedikit membuat mual.

Pyton Versus Gw
Setelah pergi dari Pasar Ekstrim gw memilih untuk memakan ikan karena jujur gw rada sedikit takut kalo makan daging, kan kalo ikan bentuknya jelas ikan nah kalo daging kan udah diiris. Daripada kita gatau kan mending makan ikan aja. Sedikit tips untuk menghilangkan mual akibat melihat pemandangan unik tersebut gw biasanya minum kopi, kebetulan kopi di sekitaran Tomohon-Manado lumayan enak jadi ga ada salahnya ngopi sambil menghilangkan mual. 


Sekian. Tks...

Wednesday, January 10, 2018

"Mabok di Ucok Durian Medan "



Assalamualaikum,

Beberapa waktu lalu di penghujung tahun 2017, gw diberi kesempatan kembali berkunjung ke salah satu kota besar yang ada di Indonesia yang berada di Pulau Sumatera yaitu Kota Medan. Kota yang bisa dibilang sangat mirip dengan Jakarta apalagi pas gw sedang disana keadaan lalu lintas di Medan sangat macet. Okelah kali in gw ga akan bicara tentang keadaan Kota Medan ini, tetapi gw akan sedikit cerita tentang pengalaman gw menyantap buah yang sangat terkenal di kota Medan yaitu Durian. 


"Jangan Bilang Pernah Ke Medan Kalau Belum Mampir Ke Ucok Durian", Kalimat tersebut sejujurnya sangat menyindir buat gw karena udah beberapa kali gw ke Medan baru kali ini berniat untuk pergi mencicipi durian di "Durian Ucok" karena mungkin sebelumnya gw lebih memilih tidur daripada jalan-jalan. Ya menurut orang-orang "Durian Ucok" ini merupakan tempat yang asik untuk menikmati durian. Gw orangnya suka durian tapi ga lebay juga juga sukanya. Kalo badan gw lebay ya emang udah rejekinya hahaha...

Ucok Durian
Rame Banget ini tempatnya

Ucok Durian
Ga Abis2 duriannya

Begitu malam tiba di Medan, gw bersama dua orang rekan gw bersiap menuju "Durian Ucok" padahal dari pagi sampe sore seharian kita kerja di lapangan dan itu sangat melelahkan. Namun kekuatan niat dan penasaran kita lebih besar ditambah hasutan yang luar biasa dari salah satu rekan tetep gw bela-belain. Untungnya di Medan ini sudah banyak taxi online yang beroperasi jadi tinggal tentuin aja di aplikasi tempatnya kita tinggal tidur di mobil. Sesampainya di tempat tujuan gw pun terkesima karena ternyata tempatnya luas dan rame banget. Durian yang di jual disini beraneka ragam dari segi rasa dan harga semuanya tergantung keinginan dan selera kita. Jumlah duriannya pun sangta banyak kayak ga ada habisnya, begitu mau habis diturunin lagi dari mobil pickup. Soal bau gausah ditanya ya pasti bau durian lah ga mungkin bau pizza.

Ucok Durian
Amunisi Perang
Tanpa pikir panjang kita langsung memesan 2 durian dengan ukuran sedang. Begitu durian datang langsung dong berebut karena namanya juga orang kampung kaya gw mah liat duren dan penasaran mah ga ada kompromi. Kita bertiga dengan lahap menghabiskan satu buah durian yang ada di meja, tapi berbeda dengan buah ke-dua yang sebenernya kita udah ga kuat makannya karena udah pusing dan mabok. Cuma kalo dipikir2 kapan lagi gw bisa menikmati durian yang sangat enak seperti ini di tempat lain, andaikan di Jakarta adapun harganya selangit jadi mau ga mau harus tetep dilanjutkan sampai habis.

Muka Mabok Duren
Temen gw sekaligus provokator udah tumbang, tinggal berdua berusaha sekuat tenaga melawan rasa pusing yang teramat masih memakan buah kedua sampai akhirnya buah kedua pun habis. Tapi istilah orang mabuk mah kalo ga jackpot kurang seru dan nanggung juga sih maboknya akhirnya kita berdua memutuskan untuk memesan satu buah durian lagi dengan ukuran yang sama dengan rasa yang lebih pahit (Konon yang paling enak adalah durian yang pahit karena banyak mengandung alkohol). Dengan keinginan yang begitu besar dan rasa tidak mau rugi akhirnya durian ketiga pun habis dilahap dan kita semua pun mabok. 

Sehabisnya kami memakan durian kami pun bergegas pulang dan tak lupa kami bayar lebih dahulu agar durian yang dimakan menjadi berkah. Harga satu buah durian yang kami makan adalah 60 ribu rupiah ,jadi total kami habiskan 180 ribu rupiah dalam semalam hanya untuk duren. Tapi dengan harga segitu sangat pantas karena rasa durennya mantap kali dan banyak banget durennya. jadi kalo menurut gw daripada pada minum minuman beralkohol di bar yang harga per slokinya sampai ratusan ribu jadi kalo sampe mabok bisa menghabiskan hingga jutaan rupiah  mending pada mabok Duren "Durian Ucok" cuma habis 200 ribuan udah teler sampai pagi. 

Kejadian seperti ini terjadi kembali keesokan harinya karena gw masih pengen makan durian. Pokoknya hari-hari gw di Medan terutama pada malam hari gw habiskan untuk menyantap durian di Durian Ucok ini cuma bedanya pada hari kedua gw memberanikan diri untuk menawar harga duren ternyata lumayan di korting 10 ribu rupiah per buah. Selain itu disini bisa juga dibungkus untuk dijadikan oleh2 atau buah tangan akan tetapi hanya bertahan 1 hari saja di suhu ruangan kalo di kulkas bisa 3 hari. Jika dibungkus daging durian akan dipisahkan dari kulit durian lalu dimasukkan ke dalam tempat seperti toples lalu akan di beri solatip hingga semi kedap udara atau bisa juga kita membeli olahan dari durian seperti Dodol durian maupun pancake durian yang pasti jangan disimpan terlalu lama karena bisa basi. Oh satu lagi "Durian Ucok" ini buka selama 24 jam ,namun ramai dari mulai malam hari sampai pagi hari sekitar jam 2-3 jadi tidak perlu khawatir tidak kebagian atau takut istri ngidam karena setiap saat buka.

Sekian cerita gw.Tks...


Thursday, August 10, 2017

Berburu Batik di Pasar Grosir Setono Pekalongan


Pasar Grosir Batik Setono Pekalongan

Assalamualaikum,

Batik merupakan salah satu warisan kebudayaan Indonesia, hampir di setiap daerah di Indonesia dari mulai Aceh sampai Papua mulai mengembangkan Batik dengan motif yang menggambarkan daerah masing-masing. Contohnya seperti motif awan mendung dari daerah cirebon, motif bunga rafles dari Bengkulu dan tentunya masih banyak lagi kalo disebutin satu-satu. Tidak hanya di Indonesia, Baju batik ini juga sudah dikenal oleh dunia Internasional bahkan tak jarang turis-turis dari mancanegara membeli batik untuk oleh-oleh maupun dipakai dengan bangga di negara asalnya masing-masing. Karena motifnya yang sangat bervariasi dan unik-unik, baju batik ini sangat cocok dipakai di berbagai jenis kondisi formal (rapat, kerja kantoran dll) dan informal (nongkrong dan jalan-jalan). Bahkan ada instansi maupun perusahaan yang mewajibkan pegawai/karyawannya untuk memakai kemeja batik pada hari tertentu. 

Walaupun di setiap daerah di Indonesia mempunyai batik dengan motifnya masing-masing tetapi gw memang paling bangga kalo memakai baju batik yang berasal dari Kota yang terkenal akan batiknya yaitu Pekalongan. Selain karena Pekalongan terkenal dengan Kota Batik, kota ini juga merupakan tempat dimana setiap tahunnya gw pulang kampung alias mudik. Sebenernya sih gw mudik ke Batang tapi deket banget ke Pekalongan paling sekitar 15 menit. Di Pekalongan banyak sekali tempat grosiran batik, tapi ada satu tempat yang menjadi tempat andalan keluarga gw dari dulu kalo beli batik yaitu Pasar Grosir Batik Setono. Letak dari pasar grosir ini di tengah Batang dan Pekalongan.
Macam-Macam Batik
Macam-Macam Batik
Oke, jadi ceritanya kemarin pas Mudik Ke Batang - Pekalongan saat libur lebaran, gw sekeluarga mampir untuk membeli baju batik Pasar Grosir Batik Sentono. Kalo dari rumah gw sih ga jauh paling sekitar 10 menit juga sampe. Banyak pasar grosir `yang tersebar di Pekalongan namun di Pasar Setono ini punya kelebihan yaitu barangnya bagus, murah dan bisa ditawar. Sebaiknya jika memang sudah niat mau dateng kesini diusahakan datengnya pagi-pagi karena kalo siang dikit aja sudah rame parah dan barang yang bagus-bagus sudah diambil orang.

Batik Hasil HUnting di Pasar Setono
Batik yang gw dapet
Kalo menurut gw milih kemeja batik yang sesuai butuh kesabaran karena dengan budget yang sangat terbatas gw harus dapet motif batik dan bahan serta ukuran yang sesuai ama gw (maklum ukuran gw kan XL asing). Belum lagi proses tawar menawar yang berlangsung sengit sama pedagang itu butuh waktu untuk tarik ulur. Akhirnya setelah dua jam berkeliling gw dapet batik yang menurut gw sangat cocok dengan keinginan gw. Proses tawar menawar berlangsung sengit dari harga 400 ribuan sampe akhirnya gw dapet di harga 250 ribuan. Jurus menawar ala emak-emak galak sampe yang alus gw keluarin semua, yang penting kuncinya sabar dan jangan mudah menyerah. 

Sekian.Tks...

Friday, July 28, 2017

"Pentingnya Jam Tangan"



Jam Tangan Kayu



Assalamualaikum,

Setiap orang dalam hidupnya pasti mempunyai suatu benda yang dianggap penting, begitu juga dengan gw. Salah satu benda yang menurut gw penting adalah "Jam Tangan". Gw ini adalah seseorang yang sangat menyukai jam tangan apapun jenisnya (Kecuali jam tangan cewe karena gw cowo). Sesuai dengan namanya, jam tangan adalah sebuah alat untuk melihat waktu yang diletakan pada pergelangan tangan seseorang. Sebenernya fungsi utamanya hanya melihat waktu, tapi kenapa gw bisa suka banget ?? Banyak alasannya yang pasti. Bisa jadi orang juga liat waktu pake Handphone atau nanya orang, tapi memang banyak alasannya jam tangan menjadi salah satu barang favorit gw yang begitu gw anggap penting.

Koleksi Jam Tangan
Koleksi Jam Tangan

Jam Koleksi Baru
Jam Koleksi Baru

Salah satu alasannya kenapa gw bisa sama jam tangan adalah benda tersebut merupakan hadiah sweet seventeen  alias ulang tahun yang ke 17 (Percaya kan gw pernah muda....) yang di berikan oleh orang tua ke gw. Sampe sekarang jam tangan hadiah ultah ke 17 masih sering gw pake terutama untuk acara-acara penting atau besar. Semenjak itu gw sangat menyukai jam tangan, setiap liat jam tangan di toko jam atau di mall gw selalu pengen beli atau sekedar liat-liat modelnya cuma ya gitu deh masalahnya mahal-mahal harganya dan duitnya belum ada hahaha... klasik banget kan masalahnya.

Dari saat itu sampai sekarang alhamdulillah udah punya beberapa koleksi jam tangan, dari mulai di kasih, warisan orang tua, ngambil jam kakak sampe dianya ikhlas dan tentunya beli sendiri (yang murah pastinya). Setiap hari pas gw pergi kmana-kmana gw selalu memakai jam tangan. Bagi gw pribadi jam tangan itu sangat penting banget bukan hanya sebagai aksesoris biasa.

Menambah Kepercayaaan Diri

Selain untuk melihat waktu, jam tangan ini merupakan aksesoris yang bisa menambah kepercayaan diri gw saat bertemu orang ataupun sedang bekerja di ruangan maupun di lapangan. Rasanya tuh ada nilai plusnya disaat bertemu orang pakai jam tangan, jadi rapih keliatannya. Kebanyakan orang yang pernah gw tanya juga sama pendapatnya biasanya apalagi jika dia juga suka ama jam tangan.

Sebagai Aksesoris Pelengkap sampai Perhiasan 

Jam tangan sekarang ini sudah banyak jenisnya dari analog, digital maupun gabungan keduanya, belum lagi material dari jam tersebut dari mulai kaca, mesin maupun strap / tali jam. Material ini lah yang membuat harga jam bisa mahal. Makanya ada beberapa orang yang menganggap bahwa jam tangan ini merupakan aksesoris pelengkap (misalnya materialnya kebanyakan dari plastik) maupun perhiasan seperti jam Rolex yang harganya dari jutaan hingga miliaran. Gw sendiri menganggapnya sebagai aksesoris pelengkap cenderung wajib, sama kaya kacamata yang gw pake kmana-mana. Gw anggap aksesoris karena harga jam gw ga terlalu mahal juga dikisaran puluhan ribu sampe ratusan ribu. Kalo untuk material gw lebih suka jam tangan strap stainless karena keren aja diliatnya terus awet juga.Jam tangan juga bisa dijual karena punya nilai jual. Kondisi keuangan yang tidak menkadang mengharuskan 

Bisa dijual Jika Butuh Uang

Jam tangan juga bisa dijual karena punya nilai jual. Kondisi keuangan yang tidak menentu kadang mengharuskan kita menjual barang-barang beharga, nah salah satunya jam tangan walaupun susah lakunya karena kebanyakan orang menganggap jam tangan juga sebagai barang koleksi jadi tidak ada patokan harga untuk menjual atau membeli sesuai dengan harga standar. Cuma gw belum pernah jual jam tangan juga sih cuma liat di bebereapa situs jual beli online banyak yang menjual jam tangannya. Kalo di Toko jam kayaknya tidak bisa kita menjual.

Tidak Ribet dan Simpel

Ada kalanya kita sedang terburu-buru dalam suatu perjalanan menuju suatu tempat, daripada liat handphone cuma buat tau waktu sekarang mending liat jam tangan udah tidak ribet, simpel pula. Ada beberapa jam tangan yang bisa jadi kalkulator, stopwatch dan alarm, jadi fungsinya banyak sebenernya. Bahkan ada juga Smartwatch yang sedang banyak-banyaknya di pake saat ini, Fitur yang di tawarkan sudah sangat banyak dari telpon, sms, sosial media dan mendengarkan musik bisa dilakukan.

Tks...

Tuesday, July 4, 2017

Night Life: "Naik Vespa Wisata Keliling Kota Lama Semarang"

Gereja Blenduk - Kota Lama Semarang

Assalamualaikum...

Mungkin gw sudah pernah ke Kota Semarang tapi yang jelas gw sudah lupa bagaimana rasanya menginjakkan kaki di kota ini. Seinget gw sih terakhir gw ke semarang sekitar tahun 2007/2008, saat itu gw masih pake seragam SMA kebanggaan gw (Krida Nusantara) dan melakukan study tour ke Semarang dan Jogjakarta. Waktu itu juga kalo ga salah cuma ke kuil Sam Poo Kong dan Akademi Kepolisian, apesnya semua dokumentasinya ilang semua ntah gw lupa nyimpennya dimana. Mungkin dalam perjalanan study tour waktu itu juga gw ngerasa pertama kali patah hati dan fotonya gak sengaja gw hapus semua kayaknya bersama kenangan indah saat itu hahaha... 


Alhamdulillah banget minggu lalu dari tanggal 15 sampai 18 Juni 2017 gw di tugaskan ke Semarang. Akhirnya bisa juga ke Kota ini. Sebenernya aneh sih karena sebenernya kan ortu gw orang Pekalongan dan gw juga kalo mudik ke Pekalongan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Semarang paling sekitar 2 jam perjalanan darat tapi malah udah lama banget ga ke Semarang. Malah gw seringnya ke Yogyakarta yang jumlahnya sekitar 7 kali selama gw bekerja. Bahkan seminggu sebelumnya gw baru aja balik dari Yogyakarta walaupun perginya ke Wonosobo dan Banjarnegara.
Taman Sri Gunting
Taman Sri Gunting
Oke sekarang gw akan cerita sedikit pengalaman gw di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini. Seperti biasa gw ga akan cerita tentang kerjaan gw (perih dan menyakitkan haha) jadi gw akan cerita tentang pengalaman yang seneng-seneng aja. Selama gw di Semarang hal yang paling menyenangkan adalah ketika gw bersama rekan main dan berkunjung ke salah satu kawasan yang sangat terkenal di Semarang yaitu Kota Lama Semarang tepatnya di Taman Sri Gunting pada saat weekend sehabis makan malam yang sangat enak (ini gw ceritain di lain waktu aja). Jadi semakin ragu kalo gw pernah ke kota ini sebelumnya. 





Pertama kali gw melangkahkan kaki di tempat itu dan melihat sekitar memang gw sepertinya sudah nyaman ngerasanya dan memang pas banget sama kesukaan gw terutama suasananya yang jadul penuh lampu warna-warni. Yang gw ga suka atau lebih tepatnya sih iri adalah ngeliat banyaknya orang yang berpasangan pada foto dan duduk berdua hahaha... kapan gw bisa kaya mereka. Terasa sekali bahwa nama Kota Lama bukan hanya sekedar nama dan julukan, di daerah itu memang banyak sekali bangunan tua yang sudah di bangun dari mulai jaman penjajahan Portugis di Indonesia mungkin sekitar abad 16. Pemandangan di sini sangat unik banyak orang yang menyewakan sepeda atau becak antik yang bisa kita gunakan sebagai sarana pelengkap/aksesoris untuk mengambil foto. Jangan lupa sumbangan sukarelanya untuk aksesoris foto seperti gerobak dan sepedanya dan jasa ambil foto oleh pemilik aksesoris.

Pemilik Vespa Wisata
Pemilik Vespa Wisata
Di saat gw berjalan berkeliling di kawasan kota lama, gw sangat tertarik dengan keberadaan satu unit vespa lengkap dengan sespannya , gw sih ngiranya pertama cuma semacam komunitas vespa sedang kumpul tapi ternyata itu vespa bisa disewa dan dipake untuk keliling Kota Lama jadi kaya semacam vespa wisata. Di kawasan ini hanya ada 3 unit kalo tidak salah vespa wisata yang bisa di sewa. Biasanya ketiga vespa bersama pemiliknya mangkal di kawasan Kota lama hanya pada weekend saja.


Kebetulan pas gw sedang disana cuma ada Mas Fatria yang sedang menawarkan jasa vespa wisata. Sedangkan dua orang temannya yaitu Mas Rofiq Ahmad dan Mas Untung sedang libur. Mas Fatria ini setiap harinya bekerja sebagai tour guide. Sejak kecil gw sudah bercita-cita untuk menjadi seorang tour guide karena menurut gw kerjanya enak, menyenangkan dan lumayan besar penghasilannya. Sampai sekarang pun gw masih pengen jadi seorang tour guide atau setidaknya jadi pebisnis di bidang agen travel wisata hahaha. Fyi, untuk memakai jasa vespa wisata hanya perlu mengeluarkan slawe alias Rp 25.000 saja tapi sih saran aja sebaiknya diberikan tips. Walaupun sedikit setidaknya pemberian tips ini yang sebenernya banyak sekali manfaatnya terutama untuk wisatanya sendiri menurut gw. Karena biasanya kita akan mendapatkan sedikit tambahan layanan atau informasi tambahan apalagi kalo kita nanti akan pergi lagi ke tempat yang sama di lain waktu.


Pabrik Rokok Praoe Lajar
Pabrik Rokok Praoe Lajar
 akhirnya gw naik tuh vespa wisata bersama temen gw yang namanya Bang Poltak (udah keliatan kan asal daerahnnya dari namanya). Lumayan lama juga loh keliling2 kawasan ini mungkin sekitar 25 menit. Hal yang bikin gw seneng saat naik vespa wisata ini adalah kita dapat melihat banyak bangunan tua yang menjadi tempat foto anak muda untuk mengabadikan momen mereka. Biasanya bangunan tua identik dengan hal-hal yang mistik atau angker tapi klo di sini jadi objek foto/wisata malam. Ada juga "Pabrik Rokok Praoe Lajar" yang merupakan pabrik rokok di kawasan Kota Lama. Berdasarkan informasi yang gw dapat pabrik rokok ini masih beroperasi namun produknya tidak dijual di semarang. Ya gw sih sangat berharap orang seperti Mas Fatria dkk akan semakin banyak dan tempat seperti Kota Lama dilestarikan dan dirawat terus agar dapat jadi tempat wisata. Karena selain bagus tetapi juga sangat ekonomis untuk orang kaya gw (kantong tipis lemak tebal).

Sekian sedikit cerita tentang pengalaman gw di Kawasan Kot Lama Semarang. Bisa dicoba sebagai alternatif tempat nongkrong dan wisata malam hari di Kota Semarang. Tks..


Monday, June 5, 2017

"Mesin Jahit Tua"

Mesin Jahit Tua

Pernah kudengar rintihan mesin jahit tua
Memberi motif tanda pahit di kala senja
Terletak di sudut bangunan tak bercerita
mengalihkan pandangan arah kedua mata

Cerita usang ditulis dalam kertas tak bewarna
Gambaran bunyi tanda tak punya daya
Dan gelombang yang takkan menjadi suara
Semua akan jadi sesuatu yang tak bertata

Rintihan itu terdengar namun tak ada yang peka
Sebatas hembusan kesunyian di lembaran telinga
Hilang kenangan saat berbunga-bunga
Keindahan yang direnggut hingga tak berdaya

Semakin keras suara tandanya bekerja
Bukan untuk menunjukkan hati ceria
Namun itulah takdir cerita yang sama
Cerita tentang mesin jahit tua

Puisi dibuat oleh Anrio SonriBachtiar

Monday, May 29, 2017

Kuliner #14: "Makan Coto Makassar Daeng Sangkala di Mamuju Sulbar"

Coto Makassar Daeng Sangkala
Assalamulaikum...

Sebelum bulan Mei berakhir gw akan sedikit bercerita tentang pengalaman gw tentang kuliner di kota Mamuju, Sulawesi Barat pada minggu kedua bulan Mei 2017. Ini merupakan kali kedua gw menapakan kaki di Mamuju, sebelumnya gw sudah pernah kesini dua tahun lalu. Dari kunjungan gw yang pertama sepertinya masih belum ada perubahan yang mecolok terjadi di kota ini. Mulai dari Pantai Manakara yang bersebelahan dengan Hotel Maleo, lalu tulisan "Mamuju City" di atas bukit dan Pulau Karampuang yang menyajikan setitik keindahan dari seberang pulau.
Pulau Karampuang Mamuju - Sulbar
Pulau Karampuang Mamuju - Sulbar
Kota Mamuju merupakan Ibukota dari Provinsi Sulawesi Barat yang merupakan pecahan dari Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2004 kalo tidak salah. Berbeda dari Kota Palu yang beberapa bulan lalu pernah gw kunjungi yang terkenal akan kuliner khasnya yaitu kaledo-nya. Di Kota Mamuju ini makanan yang terkenal adalah makanan olahan ikan (Ikan bakar dan ikan masak) yang hampir sama (dari bentuk dan rasa) seperti daerah lain di Sulawesi. Jadi klo kalian  ingin makan sesuatu selain makanan olahan ikan dan kalian sedang berada di Mamuju, bisa dicoba untuk mencicipi kuliner khas kota Makassar sebagai kuliner altenatif.  Salah satu pengalaman gw saat mencicipi "Coto Makassar Daeng Sangkala".
Coto Makassar Campur
Coto Makassar Campur
Jadi sebenernya waktu itu gw udah telat makan, karena sudah kemaleman gw bingung mau makan apa karena Kota Mamuju ini terbilang sepi pada malam hari dan warung/toko yang menjual makanan sudah tidak banyak. Gw bersama seorang teman akhirnya diarahkan oleh Pak supir ke warung "Coto Makassar Daeng Sangkala". Dia selalu membawa orang luar daerah ke sini jika berkunjung ke Mamuju. Warungnya sih sederhana tapi jangan remehkan rasa coto-nya. Bumbu rempah yang sangat kental benar-benar terasa. Potongan daging dan jeroan yang besar -besar sangat lembut dan bercampur dengan baik dengan bumbu dan kuahnya. Alhasil dua Mangkok Coto Makassar dan tiga Ketupat ukuran kecil habis disantap.

Harga di Warung Coto Daeng Sangkala
Harga di Warung Coto Daeng Sangkala
Untuk lokasinya sendiri warung nya terletak di Jalan R.E Martadinata dekat dengan Rumah Sakit Umum Regional Sulawesi Barat. Warung ini buka dari pukul 8 pagi hingga pukul 10 malam jadi bagi kalian yang lapar malam-malam di Mamuju bisa dicoba mampir ke warung coto ini. Waktu efektif berkunjung kesini adalah selepas maghrib karena tidak terlalu ramai. Untuk harga coto di warung ini 18 ribu rupiah terhitung cukup murah untuk rasa rempah yang tebal dan irisan daging yang banyak.

Sekian sedikit pengalaman gw mencoba Coto Makassar Daeng Sangkala di kota Mamuju. Kuliner yang satu ini dapat juga loh dijadikan referensi kuliner untuk berbuka puasa. Selamat mencoba. Tks..

Monday, May 15, 2017

"Terdampar di Kawasan BenHil"

Assalamualaikum..

Biasanya gw akan googling dulu sebelum pergi ke suatu tempat, tapi kali ini beda. Berawal dari ketidaksengajaan dan pekerjaan minggu kemarin gw terdampar di Benhil (Bendungan Hilir) seharian tanpa persiapan apapun...ya iyalah lagian Benhil kan emang deket dari tempat gw tinggal. Walaupun gw tau tempat ini, tapi gw jarang banget pergi ke daerah ini walaupun temen gw bilang di sini banyak banget tempat makan enak dan legendaris.  

Jadi hari Minggu kemarin tiba-tiba ada sebuah hal yang tak terduga yaitu gw disuruh membuat sesuatu di salah satu percetakan yang berada di Benhil bersama seorang rekan kerja (Mas Anto). Intinya disini gw tidak akan cerita tentang kerjaan gw tapi tentang dua kuliner yang gw coba disana kemarin. Kebetulan Mas Anto ini tau banyak tentang kuliner di Benhil jadi ga usah capek-cape cari informasi lagi di internet. Dia merekomendasikan dua tempat yang menurut orang-orang sangat ramai dan legendaris. Kedua tempat itu adalah RM Bopet Mini dan Mie Aceh Seulawah. Alhamdulillah gw berhasil mencoba kedua kuliner legendaris tersebut.

1. RM Bopet Mini

Makan di RM Bopet Mini Benhil


RM Bopet mini adalah salah satu rumah makan padang legendaris yang ada di daerah tersebut. Rumah makan ini terdiri dari dua lantai. waktu gw pertama masuk gw kira sepi karena di lantai satu ini gw cuma ngelihat beberapa orang saja (termasuk pegawai yang bakar sate padang dan pegawai lainnya), eh... pas gw naik ke lantai dua ramenya bukan main. Konsepnya unik sih karena jarang banget ditemui rumah makan padang konsep prasmanan (ambil sendiri) seperti di sini. Di lantai dua ini tersaji berbagai lauk pauk yang merupakan asli khas Padang seperti Rendang, cincang, paru, telor dan berbagai macam sayur. Selain ada makanan berat, di rumah makan ini juga menyediakan berbagai macam kue/jajanan/ makanan ringan seperti pisang goreng, ongol-ongol, bubur kampiun, kupat pical, kupat sayur Padang, dll.
Menu Lauk di Bopet Mini
Menu Lauk di Bopet Mini
Jajanan Tradisional di Bopet Mini
Jajanan Tradisional di Bopet Mini
 Gw sendiri lebih memilih untuk makan menu nasi padangnya karena ambil sendiri dan memang enak rasanya. Ada satu menu yang sangat gw suka di rumah makan ini yaitu sayur rebung. Menu ini sudah sangat jarang gw temuin kalo ga makan di rumah makan Padang. Yang recomended lagi adalah menu cingcang karena dagingnya yang empuk dan rasanya yang kaya akan rempah. Terus gw juga coba gulai Gajebo yang katanya menu yang sangat langka (gw sendiri milih ini karena liat kuahnya yang merah). Untuk harganya sendiri menurut gw sih lumayan menguras kantong, tapi memang sangat wajar untuk rasa makanannya yang wah banget. Rata-rata untuk dua orang sih 100 ribuan udah termasuk minum dan kue-kue kecilnya. Jadwal bukanya dari pagi sampe sore jam 4.

Menurut gw sih tak heran kalo orang menyebut rumah makan ini sebagai salah satu rumah makan legendaris yang ada di kawasan Benhil selain sudah lama berdiri, menu yang ditawarkan sangat beragam dan semuanya memiliki rasa yang enak-enak. Recommended pokoknya untuk makan siang.


2.  Mie Aceh Seulawah.

Mie Goreng Aceh Special
Mie Goreng Aceh Special
Dari namanya kita sudah bisa menebak kuliner yang satu ini merupakan kuliner khas Tanah Rencong (Aceh).  Menurut temen gw mie aceh ini memang sering dikunjungi artis hingga pejabat padahal kalo dilihat dari segi tempat kurang bagus. Menu andalan di sini adalah mie aceh kepiting, tapi kali ini gw kurang beruntung karena sudah habis karena mungkin gw datang kemaleman. Cuma gw tetep bersyukur karena harga seporsi dari mie aceh kepiting cukup mahal yaitu 85 ribu. Akhirnya gw milih Mie Goreng Special dengan daging dan udang.

Roti Cane Coklat Keju
Roti Cane Coklat Keju
Setelah gw cicipi, rasa rempah yang sangat terasa dan mienya juga kenyal. Rasanya juga cenderung pedas. Untuk menemani santapan mie ini sangat juga direkomendasikan untuk memesan teh tarik. Bagi yang belum puas dengan porsinya bisa juga di tambal dengan roti cane coklat keju yang menggiurkan. Sangat pas jika memakan mie legendaris ini pada malam hari. Range harga menu disini sekitar 30 ribuan.
 
Sekian kulineran gw saat terdampar di Benhil. Tentunya kedua kuliner legendaris di Benhil tersebut wajib dicoba. Tks.

Saturday, May 6, 2017

Kuliner # 11 : "Memuaskan Perut dengan Kuliner khas Lombok"

Assalamualaikum

Sebelumnya gw sudah membuat artikel tentang Tanjung Aan dan Batu Payung yang menceritakan tentang perjalanan gw di Lombok yang sangat singkat tapi sangat memuaskan karena setidaknya sudah dapat pemandangan yang bagus. Sekarang gw akan membahas tentang kuliner yang kemarin sudah sempet gw makan pas gw sedang berada di lombok tentunya kuliner ini memang berasal dari Lombok.


1. Rumah Makan Taliwang (Daerah Cakranegara Dekat Pasar)
Rumah Makan Taliwang
Rumah Makan Taliwang
Mungkin semua sudah mengetahui bahwa terdapat beberapa kuliner yang sangat terkenal berasal dari Pulau Lombok yaitu Ayam Taliwang. Jadi karena gw hanya pernah mendengar namanya tanpa pernah mencicipi akhirnya kemarin gw memutuskan untuk makan ayam taliwang di Lombok. Sampai lah gw di sebuah kedai makanan yang bernama "Taliwang" yang terletak di dekat pasar daerah Cakranegara.

Sate Sumsum
Sate Sumsum
Plecing kangkung
Plecing Kangkung
Tidak perlu menunggu lama pelayanannya yang begitu cepatnya memanjakan pelanggan yang begitu ramai mengunjungi kedai tersebut. Di atas meja sudah tersaji Nasi Campur, Plecing kangkung, Beberuk Terong dan Sate Sumsum. Semua sajian tersebut menurut gw sudah lengkap banget ya karena di nasi campurnya sendiri sudah ada nasi, abon, serundeng, sayur nangka daging dan ayam goreng. Jadi bisa dibayangkan porsinya sebanyak apa dan rasa kenyang yang akan didapat kalo kita sanggup menghabisnkan semuanya. Ada satu menu yang membuat saya sangat tertarik untuk mencoba dan menurut saya rasanya juga sangat unik yaitu Sate Sumsum. Sekilas sate sumsum ini terlihat sangat pedas bumbunya tetapi pas sudah masuk mulut yang ada rasa gurih dan manis. Kayaknya tahun ini bakal ketemu terus dengan kuliner yang ada sumsumnya.seperti nasi sumsum dan Kaledo.

Nasi Campur
Nasi Campur
Puas dong gw udah makan kuliner khas Lombok, cuma kok gw ga yakin klo itu ayam goreng di nasi campur adalah ayam taliwang. Gw tanya dong ke Bapak Supirnya ternyata emang bukan ayam taliwang. jadi kata bapaknya "Taliwang" ini merupakan nama desa/daerah si Sumbawa Barat, dikira taliwang itu nama proses memasak atau nama bumbunya. Jadi ayam taliwang yang asli itu adalah ayam bakar madu dan sialnya gw ngga nyobain karena main makan aja yang nasi campur. Apa Boleh buat akhirnya gw sih tetep melanjutkan perjalanan gw.

2. Menega Lombok ( Daerah Senggigi Lombok)

Menega Lombok
Menega Lombok
Pas hari kedua gw kan emang pengen banget ke daerah Senggigi cuma pas dateng sudah kemaleman dan ga sempet untuk melihat matahari terbenam di salah satu pantai Senggigi. Seperti yang gw sudah ceritakan sebelumnya gw belum pernah ke daerah ini sebelumnya dan banyak orang bilang senggigi ini sangat mirip dengan Kuta di Bali, emang bikin penasaran juga nih bali tapi kalo pendapat orang-orang itu  mengenai Senggigi artinya gw dapat merasakan sedikit suasana Kuta Bali di saat yang bersamaan (jadi gausah ke Bali). Di senggigi ada rumah makan pinggir pantai yang bisa dibilang sangat ramai yaitu Menega Lombok. Rumah makan ini menyajikan menu seafood dengan suasana yang sangat romantis pinggir pantai. Tapi jika ingin formal juga disediakan meja yang di teras lantai.

Suasana Makan di Menega
Suasana Makan di Menega

Menu Paket Lengkap Menega
Menu Paket Lengkap Menega
Menu yang gw pesan adalah menu paket perorangan, pada menu tersebut terdiri dari seafood lengkap (Ikan, cumi, kerang dan udang) yang di bakar dengan bumbu dan tidak lupa selalu ada plecing kangkung. Kalo tidak salah harganya berkisar 120 - 130 ribu/paket. Memang agak mahal cuma dengan suasana pinggir pantai dan menu yang lengkap rasanya sepadan jika menghabiskan biaya sedikit mahal.

 Ada kejadian yang membuat gw ketawa sendiri, jadi kan di rumah makan ada warga lokal yang menawarkan barang khas lombok seperti tas, topi dan kaos lekbong kepada bule yang habis makan. Si bule ini mau beli baju lekbong, pas ditanya si penjual bilang harganya 400 ribu dan si bule tanpa nawar langsung ambil dan bayar. Kaget dong gw cuma ya namanya orang cari rejeki jangan kita halangi. Akhirnya gw dan temen diem aja sambil nahan rasa penasaran. Temen gw coba pas habis makan liat-liat di tempat si bule tadi beli. Padahal temen gw ga megang cuma liat dan diam tanpa komentar ditawarin dong barang yang sama dan gw senyum aja tanpa megang, eh si abangnya bilang " udah saya kasih murah aja.. kan kalo tadi bule beli 400 ribu kalo sama situ saya kasih 200 ribu aja". Buset dah gw juga mikir kali kalo beli baju lekbong doang harus ngeluarin duit segitu mah. Jadi saran aja buat yang akan pergi ke tempat wisata yang ada wisatawan asingnya mending langsung beli souvenir atau oleh-oleh di tempat khusus oleh-oleh yang besar dan sudah punya nama.

3. Furama (Daerah Senggigi)


Furama Lombok
Furama Lombok
Seperti halnya Menega, Furama juga merupakan salah satu tempat makan di Senggigi yang menyediakan tempat pinggir pantai. Gw pergi kesini pas hari ketiga dan kondisinya pada saat itu adalah hujan lebat jadi sama sekali gak bisa lihat keindahan pantai Senggigi apalagi menikmati sunsetnya.

Paket Lengkap Furama
Paket Lengkap Furama (sumber: Tripadvisor.com)
Menu yang gw pesan kurang lebih mirip dengan menu yang gw pesen di Menega. Paket lengkap dengan harga yang kurang lebih mirip cuma kayaknya untuk porsi lebih besar di Furama walaupun tidak seramai di Menega. Setiap gw makan selalu ada plecing kangkungnya. Jangan-jangan sebenernya makanan yang paling khas di Lombok adalah plecing kangkung.    

***

Ya sekian pengalaman gw berburu tempat kuliner yang tentunya memuaskan perut di Lombok. Tks