'Trip #11 : "Tanjung Aan dan Batu Payung - Lombok ".'

Artikel ini menceritakan pengalaman pribadi penulis tentang tempat wisata yang dikunjungi di Lombok. Tanjung Aan dan Batu Payung merupakan dua dari banyak tempat di lombok yang sangat indah dan exotic dimana penulis menghabiskan satu hari untuk mengunjungi kedua tempat tersebut.

Trip #7 Kuliner #4 : "Warna - Warni Kota Palembang"

Palembang dengan keindahan malam hari dan keanekaragaman kuliner yang tersaji

Trip #6 : "Keindahan Senja di Langit Tanjung Pinang"

Menikmari keindahan langit saat akan senja di pinggir pelabuhan Tanjung Pinang- Kepulauan Riau

Trip #3 : "Tarakan - Tanjung Selor

Perjalanan ke Tanjung Selor dan Tarakan serta menikmati hutan bakau yang ada di Tarakan.

Blog #2 : "Blogging is an Art"

Perjalanan hidup pribadi sehingga memilih untuk menjadikan blogging menjadi passion

Showing posts with label Trip. Show all posts
Showing posts with label Trip. Show all posts

Thursday, January 11, 2018

"Pasar Ekstrim Tomohon - Manado"

Pasar Beriman Tomohon

Assalamualaikum,

Gw punya satu pengalaman yang menurut gw sangat unik dan bikin gw sebenernya merinding. Sekitar 3 bulan lalu gw pergi ke salah satu pasar unik di Tomohon yaitu Pasar Ekstrim Tomohon. Dibilang "Ekstrim" karena pasar tersebut menjual berbagai daging hewan yang menurut gw ga lazim buat dimakan seperti anjing, kucing, tikus, ular piton, babi hutan maupun kera. Semua daging yang dijual itu ternyata memang untuk dikonsumsi oleh masyarakat sekitar. Oh iya... Tomohon adalah salah satu Kota yang berada di Provinsi Sulawesi Utara. Jika dari Kota Manado diperlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan dart menggunakan mobil. Disini bisa dibilang lumayan sejuk udaranya.

Pasar Beriman Tomohon
Pasar Beriman Tomohon

Papan Petunjuk ke Pasar Ekstrim
Pasar Ekstrim Tomohon ini seperti kebanyakan pasar tradisional pada umumnya yang menjual berbagai kebutuhan pokok seperti sayur, buah dan pakaian pada bagian depan namu jika ditinjau ke bagian tengah terdapat papan petunjuk bertuliskan "Pasar Ekstrim" yang isinya seperti gw ceritakan di awal tadi. Jadi sebenernya gw udah tau kalo Pasar Ekstrim itu isinya jual daging begituan cuma namanya rasa penasaran gw yang lumayan besar dan ini merupakan pengalaman pertama gw juga alhamdulillah bisa juga ke tempat unik seperti ini yang ga ada salahnya mencoba memberanikan diri masuk dan melihat seperti apa keadaan pasarnya.

Anjir Perutnya Kok Bisa Begitu

Kasian Beud dah ya!! Masih Mau Makan Daging Di Sini

Setelah masuk ke lokasi gw langsung melihat pemandangan yang sangat memprihatinkan yaitu banyak anjing hiudp yang dikerangkeng atau di kandangin, lalu di atas kandang tersebut sudah ada beberapa ekor anjing yang sudah matang (keadaan mati dan hangus terbakar) terpampang. Bisa dibayangin temennya si anjing ngeliatin temennya kaku tak bernyawa. Gw juga sempet liat cara si anjing yang hendak di jual tersebut dibunuh, pokoknya gw langsung goyang keberanian deh. Ya acara kriminal di TV tentang pembunuhan memakai benda tumpul mungkin seperti itu kali ya, ngeri dah pokoknya (Ga tega gw sebenernya).

Pyton - Pasar Ekstrim Tomohon
Kok ada Batiknya?

Tikus Sawah - Pasar Ekstrim Tomohon
Bakuriyu Di Panggang

Kelelawar - Pasar Ekstrim Tomohon
Batman Aja Terbujur Kaku

Babi - Pasar Ekstrim Tomohon
Mirip Majin Boo Tapi Lebih Ngeselin
Selain itu banyak los/tempat dagang di bagian tengah pasar menjual daging non halal dan tak lazim (menurut gw ya) , banyak yang gw liat seperti tikus hutan, babi hutan, ular dan kelelawar. Memang ga semuanya berjualan daging seperti itu masih ada kok yang jual daging ayam dan daging sapi cuma jumlahnya tidak terlalu banyak seperti daging ekstrim. Selain pemandangan di pasar tersebut yang membuat badan gw sedikit mual adalah bau daging yang dijual di sana belum familiar dengan indera penciuman gw jadi sedikit membuat mual.

Pyton Versus Gw
Setelah pergi dari Pasar Ekstrim gw memilih untuk memakan ikan karena jujur gw rada sedikit takut kalo makan daging, kan kalo ikan bentuknya jelas ikan nah kalo daging kan udah diiris. Daripada kita gatau kan mending makan ikan aja. Sedikit tips untuk menghilangkan mual akibat melihat pemandangan unik tersebut gw biasanya minum kopi, kebetulan kopi di sekitaran Tomohon-Manado lumayan enak jadi ga ada salahnya ngopi sambil menghilangkan mual. 


Sekian. Tks...

Tuesday, August 22, 2017

Dawet Telasih Bu Dermi Penghilang Dahaga di Tengah Panasnya Kota Solo

Dawet Telasih Bu Dermi Solo

Assalamualaikum,

Mumpung masih siang dan cuacanya cukup tering, paling enak ngomongin tentang segala jenis minuman apalagi kalo dingin.  Nah belum lama ini tepatnya gw lupa kapan gw pernah pergi ke Kota Solo yang merupakan salah satu kota yang mempunyai cuaca yang cukup terik. Nah Solo ini walaupun cuacanya panas tapi asik buat nongkrong dan kulineran karena disini makanan dan jajanan disini murah-murah. Cuma kali ini gw akan fokus berbagi cerita saat gw mencicipi jajanan tradisional yang legendaris dan tentunya pas diminum saat terik yaitu "Dawet Telasih Bu Dermi".

Ibu Penjualnya dengan 2 karyawannya
Ibu Penjualnya dengan 2 karyawannya
Membuat Dawet Telasih
Membuat Dawet Telasih
Dawet telasih legendaris ini terletak di Pasar Gede Kota Solo. Kalo udah di pasarnya tinggal tanya orang aja pasti pada tau letaknya. Pokoknya gampanglah cari lokasinya tinggal keliling-keliling di Pasar Gede sekalian cari oleh-oleh buat di bawa pulang ke daerah masing-masing (di sini oleh2nya murah banget dibandingin beli di toko). Lapaknya gak pernah sepi pembeli, ada yang makan di tempat sampe berdiri dan ada juga yang di bawa pulang yang jumlahnya kayak orang mau jualan jadi reseller es dawet. Menurut informasi yang gw cari di internet dari berbagai sumber dawet telasih Bu Dermi ini berdiri dari tahun 1930-an. Penjualnya sekarang merupakan generasi ke-3.

Ini pertama kalinya gw mencoba minum dawet telasih ini padahal gw udah lumayan sering mampir ke Solo. Dulu sih sempet pengen nyoba cuma ya gitu kendala males jalan dan cuaca yang panas banget menghalangi niat gw untuk minum dawet yang katanya kesukaan Pak Presiden Indonesia Jokowi. Kebetulan ada waktu dan ga males buat jalan, terakhir kemarin gw ke Solo langsung nyari lokasinya ke Pasar Gede. Pas sampe sana bener adanya kalo rame banget yang ngantri dawet ini. Kali ini gw ga sendiri tapi bersama atasan dan rekan-rekan kerja sekalian cari oleh-oleh.
Seporsi Es Dawet Telasih Bu Dermi ( Rp.8.000,-/Porsi)
Seporsi Es Dawet Telasih Bu Dermi ( Rp.8.000,-/Porsi)
Walaupun rame pembeli tapi jangan ditanya pelayanannya, cepet banget kayak orang kebelet. Pembelinya juga pada pengertian, kalo ada yang udah beres minum dawet langsung bayar dan pergi, Salut deh buat masyarakat kota Solo yang tertib ga kaya ngantri di Monas hahaha. Karena gw berempat jadi ya pesennya 4 porsi es dawet telasih. Abis itu langsung foto cekrek...cekrek beres langsung hajar dawetnya. Menurut pengamatan mata gw yang udah terlanjur minus dari SMP, rata-rata orang menghabiskan waktu kurang dari 1 menit untuk menghabiskan Es Dawet Telasih yang sangat segar ini. Karena pas gw mesen emang lagi haus dan teriknya ga nahan jadi gw nambah tapi bukan dawetnya tapi es Gempol Pleret yang ga kalah seger sama dawet telasihnya.

Seporsi Es Gempol Pleret (Rp.8.000,-/porsi)
Seporsi Es Gempol Pleret (Rp.8.000,-/porsi)
Kalo dawet telasih itu terdiri dari dawet, ketan hitam, tape ketan, bubur sumsum, biji selasih, gula dan tentunya dengan es yang ditambahkan kuah santan yang menyegarkan sedangkan kalo es gempol pleret ini isinya campuran adonan tepung beras dan tepung sagu dan kuah yang sama segernya sama es dawet.
Sebenernya porsi dawet telasih ini  pas yang artinya tidak kurang dan tidak berlebihan. Kesan gw sih seger, ringan dan menyegarkan untuk satu porsi pertama dan mengenyangkan untuk porsi kedua. Jadi Jangan sampe minum dua porsi karena kenyang banget ntar ga muat perutnya untuk kulineran di Solo, kan sayang banget karena Solo punya makanan dan jajanan yang enak-enak. Soal harga ga usah ditanya karena emang murah-murah, seporsi es dawet telasih dan es gempol pleret cukup terjangkau hanya 8.000 (delapan ribu) rupiah. Jadi kalo yang lagi iseng atau memang sengaja jalan-jalan di Solo, Dawet Telasih Bu Dermi wajib dicoba karena dapat menjadi penghilang dahaga di tengah panasnya Kota Solo.  


Sekian Tks...

Tuesday, July 25, 2017

Wisata Murah dan Unik di Kebun Teh Pagilaran di Batang


Kebun Teh Pagilaran - Kab Batang

Assalamualaikum,

Hari raya Lebaran 2017 sudah sebulan berlalu, masih banyak pengalaman saat mudik di Batang yang belum sempet gw ceritain terutama saat keluarga gw jalan-jalan. Setelah sibuk silaturahmi mengunjungi rumah mbah gw di Desa Bawang pada hari lebaran kedua, gw dan keluarga berencana untuk berwisata ke Kebun Teh Pagilaran. Tempat ini tidak terlalu jauh dari rumah sekitar 30 KM atau sekitar 1 jam perjalanan. Keluarga gw memutuskan pergi ke Kebun Teh Pagilaran karena selain dekat, tempat ini sangat sejuk, murah dan tentunya masih belum terlalu banyak orang yang pergi kesana jadi tidak perlu macet dan desak-desakan. Tau sendiri kalo orang kita pegang duit apalagi pas THR lebaran sudah turun, tempat wisata pada penuh dan tentunya pada ga sabaran untuk masuk. 
Jalan menuju Kebun Teh Pagilaran ini juga bebas macet dan sudah bagus jadi ideal bangetlah pas gw mudik ke Batang main ke sini. Sebenernya dulu gw pernah kesini satu kali sekitar 4-5 tahun yang lalu tapi waktu itu kayaknya belum bagus jalannya. Lahan Kebun Teh ini milik PT. Pagilaran yang terletak di Desa Gondang, Kabupaten Batang - Jawa Tengah. Keren sih menurut gw daripada dianggur-in tempatnya mending dikelola jadi tempat wisata kan itung-itung bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar juga.
Karcis Masuk Kebun Teh Pagilaran
Karcis Masuk Kebun Teh Pagilaran
Seperti yang udah gw perkirakan waktu tempuh dari rumah ke tempatnya memakan waktu sekitar 1 jam (udah termasuk nyasarnya). Sekedar saran sih buat pengelola untuk memperjelas papan arah menuju kawasan soalnya waktu gw kesana ada sekitar 3 mobil luar kota yang nyasar. Sesampainya di pintu gerbang kawasan wisata gw sudah bisa melihat kebun teh yang sangat luas. Untuk masuk ke kawasan wisatanya kita hanya dikenakan biaya 5.000 (Lima Ribu) rupiah/orang, sangat murah lah untuk ukuran tempat wisata. dari pintu gerbang ke tempat parkir sekitar 10 menitan tapi di sepuluh menit perjalanan kita bisa nentuin banyak spot yang keren buat ambil foto, ga rugi lah pokoknya.




Sesampainya di parkiran mobil, gw langsung pengen cepet-cepet pergi ke kebun tehnya tapi papa sama mama gamau karena capek juga kalo harus turun naik. Mampirlah kami ke sebuah kedai atau warung untuk ngedrop mama dan papa. Seperti di tempat sejuk lainnya, kedai ini menjual seperti berbagai minuman hangat (kopi, susu dan jahe) dan makanan ringan (mie instan, gorengan dan jagung bakar) pokoknya enaklah nongkrong di warung kalo tempatnya dingin. Orang tua gw udah anteng alias pw sama tempatnya sekarang giliran anak muda beraksi, gw berempat ama kakak beserta istrinya dan adik gw pergi berkeliling di sana.


Flying Fox
Flying Fox
Jalan di Kebun Teh
Jalan di Kebun Teh
Danau dan Bebek2an
Danau dan Bebek2an
Saat kami berempat turun ke area wisatanya ternyata banyak wahana yang tersedia disini seperti flying fox, jembatan panjang dan perahu bebek. Rasanya pengen nyoba wahananya cuma kalo liat badan gw segede gini sih mending nyadar diri aja hahahha. Karena kita pada nyadar diri ga bisa naik wahana, akhirnya cuma foto-foto aja di sekitaran kebun teh sambil sesekali liat jajanan yang dijual disana. Untuk menggunakan setiap wahana kita harus membayar lagi jadi tiketnya terpisah dengan tiket masuk, contohnya jika kita mau mencoba flying fox  kita harus membayar lagi sebesar 10.000 (Sepuluh Ribu) rupiah/orang di loket yang sudah di sediakan di masing-masing wahana..

Ada sesuatu yang unik di tempat ini yaitu adanya fasilitas WIFI yang disediakan oleh pihak pengelola Kebun. Kalo restoran atau hotel ada WIFI sudah sering kali gw temukan dan sebenernya hukumnya semi wajib tapi kalo kebun teh punya wifi baru kali ini ketemu. Untuk menggunakan fasilitas WIFI kita harus menghubungi tukang parkir dan membayar 3.000 (Tiga Ribu) rupiah, nanti di kasih passwordnya untuk akses ke WIFI yang sudah di sediakan. Memang di kawasan ini hampir tidak ada sinyal HP yang ketangkep jika adapun paling hanya 1-2 batang itu pun udah provider yang paling canggih katanya. Gw sih mending foto-foto sambil bercanda trus liat pemandangan sambil makan bareng keluarga karena sayang aja belum tentu bisa setahun sekali ke sini dan masa iya pas lagi liburan malah sibuk sama HP.







Setelah asik foto-foto gw terkena penyakit perut yang suka kambuhan tiba-tiba yaitu laper. Penyakit gw itu suka kambuh apalagi kalo nyium bau ayam  yang di tusuk-tusuk terus dibakar dipake-in bumbu kacang ama kecap alias sate ayam kebetulan banget nih ada yang jual di sini, pas banget lagi dingin-dingin makan sate ayam. Sate ayam disini dijual pake motor yang sudah di modifikasi, per tusuknya cuma 1.000 (seribu) rupiah, Namanya megang THR langsung dah gw beli 50 tusuk buat dimakan rame-rame sama keluarga tanpa nasi hahaha..

Sate Ayam Rp.1.000/tusuk
Sate Ayam Rp.1.000/tusuk
Teh Hitam Pagilaran buat Oleh-Oleh
Teh Hitam Pagilaran buat Oleh-Oleh



Sate ayam udah jadi, gw langsung balik ke kedai warung tempat mama sama papa duduk trus gw buka bungkus satenya dan tau kan apa yang terjadi??? Satenya ludes kurang dari 10 menit. Memang tempatnya nyaman dan sepertinya keluarga gw belum mau pulang juga akhirnya gw pesen mie rebus aja buat ngemil. Ada sekitar 1 jam setelah gw makan mie rebus keluarga gw masih santai-santai padahal belum makan berat. Mungkin karena udah kelamaan dan udah mulai banyak yang dateng akhirnya si papa ngajakin pulang. Sebelum pulang gw beli teh hitam dan opak mentah yang dijual di kedai warung yang sama tempat nongkrong papa dan mama. Kaget bukan main pas bayarnya cuma kena 100 ribuan lah untuk semua makanan dan minuman serta oleh-oleh. Kalo yang ini biar gw yang bayar hahahaha.





Menu Makanan beserta Harganya
Menu Makanan beserta Harganya
Saat arah pulang ke rumah masih di daerah Kebun teh tapi sudah melewati pintu gerbang masuk, ada satu rumah makan ikan bakar namanya "Bukit Halimun". Rumah makan ini memiliki pemandangan yang tidak kalah bagus dengan Kebun Teh Pagilaran. Makan Ikan di tempat dingin dengan suasana yang bagus sungguh nikmat deh. Secara keseluruhan sih makanannya lumayan enak dan harganya murah. Setelah makan kami sekeluarga bergegas pulang ke rumah di Batang. Sekian cerita gw saat jalan-jalan ke kebun teh Pagilaran, Silahkan dicoba mampir kalo main ke Batang. Tks.....




Monday, July 10, 2017

"Selalu Ada Kenangan Indah Saat Lebaran"



Kecamatan Bawang - Kabupaten Batang

Assalamualaikum,

Lebaran sudah lewat beberapa minggu, namun tetap saja momen tersebut tidak bisa dilupakan dalam waktu sekejap. Bagi gw yang hidup jauh dari keluarga momen seperti Lebaran sangat berarti dan menyenangkan apalagi kalo pulang kampung alias mudik. Pada lebaran tahun ini, alhamdulillah gw dan keluarga masih bisa pulang kampung ke Batang disela kesibukan masing-masing anggota keluarga. Meskipun berangkat ke Batang tidak barengan tapi gw dan keluarga bisa berkumpul juga. Untuk libur Lebaran kali ini gw dan keluarga gw sudah merencanakan beberapa jadwal dari kegiatan silahturahmi sampai rencana liburan santai di sekitar daerah Kabupaten Batang.

Rumah MbahRumah Mbah

Pada hari kedua lebaran kami sekeluarga akan melakukan silahturahmi kepada keluarga dari Mbah/eyang dan saudara kami yang masih hidup. Dari sekian banyak tempat yang kami singgahi, gw punya tempat favorit dari semenjak kecil yaitu di salah satu mbah kami  yang terletak di kecamatan bawang - Kabupaten Batang. Gw pribadi menyukai tempat ini karena suasananya yang masih asli (masih banyak pohon) dan udaranya yang sejuk serta pemandangannya yang menurut gw sih bagus. Disini masih sangat terasa sekali suasana pedesaan, mau masak sayur tinggal metik di hutan atau kebun, air disini sangat jernih dan melimpah, orang-orangnya masih menghargai satu sama lain. 

Masih Banyak Hutan
Masih Banyak Hutan
Akses Jalan Sudah Bagus
Akses Jalan Sudah Bagus
Malah sekarang sih gw bilang udah terlalu banyak perubahan positif di sini. Dulu gw pernah masih ngerasain kalo malam tanpa listrik jadi masih pake obor kalo malam mau kmana-mana terus sekarang akses jalanan disini sudah bagus tidak seperti dulu yang gw kalo mau ke tempat mbah harus melewati sawah dan harus nyebrang kali pake jembatan bambu yang dibangun warga sekitar. Sekali waktu pernah jembatannya rubuh dan kita harus nyebrang kali melawan arus, walaupun arusnya tidak besar kan cuma ada sedikit keraguan. Mau minum kelapa tinggal manjat pohon dan dulu gw suka banget tuh ngemutin batang tebu yang tinggal ambil dari kebun. Mau ikan tinggal mancing di balong. Ah... pokoknya gw kangen suasana seperti gw kecil dulu klo mudik. 


Dulu ada cerita waktu ibu gw masih kecil tentang daerah ini. Dulu ibu gw sempat melihat bola api terbang, ya klo gw sih percaya ga percaya karena memang daerah ini masih banyak hutannya dan memang di daerah dataran tinggi. Di sana juga terdapat rumah yang memang sudah ditinggal oleh pemiliknya. Konon menurut masyarakat sekitar, pemilik dari rumah tersebut meninggalkan rumah tersebut karena ada anggota keluarganya yang diculik oleh kalong wewe yang sampe sekarang belum ditemukan keberadaannya. 

Tungku Kayu Bakar
Tungku Kayu Bakar
Waktunya Makan
Waktunya Makan
Jenang
Jenang
Walaupun banyak cerita yang cenderung seram tetapi tempat ini sudah terlanjur membuat gw nyaman sampai sekarang terutama kalo sudah urusan perut, gw sangat antusias karena cara memasak di tempat mbah gw ini masih menggunakan tungku kayu bakar jadi seru banget deh, belum lagi sayurnya dan lauknya hampir semuanya di ambil dari alam dan ternak mereka sendiri. Saat Lebaran ada satu suguhan wajib di desa ini yaitu "Jenang" tentunya di masak sendiri. Jenang yang disuguhkan untuk tamu dibuat sendiri oleh anggota keluarga loh. pembuatan jenang ini bisa makan waktu sampe 8 jam lamanya. Sebenernya ga terlalu lama sih, masih banyak kue yang lebih lama pembuatannya tetapi prosesnya itu loh jadi katanya adonan jenang ini harus di aduk secara manual dan suhu apinya harus tetep sama selama 8 jam. Bayangin deh lo ngaduk adonan 8 jam. 

Bersama Sepupu
Bersama Sepupu

Bersama Adik dan Kakak Ipar
Bersama Adik dan Kakak Ipar
Sampe saat ini sih gw masih belom bisa menginap di tempat ini lagi padahal keinginan gw sih besar banget. Mungkin sampai tua nanti gw akan sangat merindukan bermain di tempat ini dengan kesederhanaan dan suasana yang mungkin akan sangat susah sekali ditemui kedepannya. Sekian sedikit cerita tentang tempat favorit saat gw mudik ke kampung gw di Batang. Tks...