'Trip #11 : "Tanjung Aan dan Batu Payung - Lombok ".'

Artikel ini menceritakan pengalaman pribadi penulis tentang tempat wisata yang dikunjungi di Lombok. Tanjung Aan dan Batu Payung merupakan dua dari banyak tempat di lombok yang sangat indah dan exotic dimana penulis menghabiskan satu hari untuk mengunjungi kedua tempat tersebut.

Trip #7 Kuliner #4 : "Warna - Warni Kota Palembang"

Palembang dengan keindahan malam hari dan keanekaragaman kuliner yang tersaji

Trip #6 : "Keindahan Senja di Langit Tanjung Pinang"

Menikmari keindahan langit saat akan senja di pinggir pelabuhan Tanjung Pinang- Kepulauan Riau

Trip #3 : "Tarakan - Tanjung Selor

Perjalanan ke Tanjung Selor dan Tarakan serta menikmati hutan bakau yang ada di Tarakan.

Blog #2 : "Blogging is an Art"

Perjalanan hidup pribadi sehingga memilih untuk menjadikan blogging menjadi passion

Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Wednesday, April 18, 2018

Sate yang Selalu Membuat Kangen Kota Solo

Assalamualaikum,

Tiba-tiba jadi pengen nulis tentang makanan gara-gara hujan turun terus diluar sana. Udaranya pun jadi semakin dingin kaya sifat kamu ke aku #eaaaaa...hahaha jadi alay gw. Langsung aja karena udaranya semakin dingin gw jadi kepikiran atau lebih ekstrimnya kangen banget sama sate. Emang sate ini banyak dicari orang saat cuaca mendung begini. 

Ngomong-ngomong tentang sate gw jadi ingat tentang kota Solo yang mempunyai banyak jenis sate yang unik dan tentunya enak buat dijadikan santapan. Selama ini gw sudah pernah nyobain 2 jenis sate yang terkenal di Kota Solo yaitu Sate Buntel dan Sate Kere. Untuk rasanya ga usah ditanya kelezatannya, kedua sate ini semuanya sangat enak jadi kalo disuruh milih doyan mana, dengan berat hati bukan maksud mendua gw jelas pilih keduanya hahahaha..... maklum serakah. 

Yang Pertama adalah...........

Sate Buntel
Sate Buntel

Kuliner di atas adalah sate Buntel. Sate ini berbeda dengan sate yang lain pada umumnya, pada sate lain pada umumnya terdiri dari irisan daging ayam/kambing/sapi yang ditusuk dengan tusuk sate lalu di bakar kalo sate buntel ini daging tidak diiris atau dipotong melainkan di giling lalu lilitkan (dalam bahasa jawa di buntel) berlapis-lapis dan dicampur dengan lilitan gajih/lemak lalu di bakar lalu disajikan dengan dicincang. jadi jangan heran kalo kita memesan sate buntel ga ada tusuknya karena biasanya disajikan tanpa tusuk. Lebih nikmat lagi kalo kita juga memesan tengkleng trus makan bersama sate buntel jadinya kenikmatan yang hakiki. 

Yang sudah pernah gw cobain adalah Sate Buntel Haji Bejo yang konon katanya merupakan salah satu tempat kesukaan Pak Presiden RI (Pak Jokowi). Cuma jangan pesen banyak-banyak ya karena selain berbahaya bagi kesehatan badan seperti kolestrol dan darah tinggi, makan kebanyakan sate buntel juga dapat berbahaya bagi kesehatan dompet hahaha... karena satu porsinya berkisar 30 ribu - 40 ribu rupiah. Cuma bagi yang pertama kali datang ke Kota Solo, sate ini wajib dicoba ya.....

Yang Kedua adalah........
Sate Kere
Sate Kere
Berbeda dengan sate buntel yang terkesan daging banget, sate kere ini adalah sate yang terdiri dari campuran tempe gembus, otot, kikil dan gajih disajikan dengan lontong atau ketupat. Gw baru sekali mencoba sate kere ini karena kebetulan gw pernah di solo saat ada Festival Payung berlangsung dan gw menemukan sate kere saat lapar. Walaupun kita tidak menemukan daging dalam sate ini, soal rasa menurut gw sih tidak kalah dari sate buntel bahkan sate kere ini juga termasuk enak. Kelebihan sate ini adalah harganya yang murah dan variatifnya bahan baku sate. untuk 1 porsi biasanya dipatok dengan harga Rp.10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah) , tentu sangat murah dan terjangkau mengingat kita sudah dapat menikmati sate dengan berbagai bahan ( tempe gembus, otot, kikil dan gajih).

Entah kenapa diberi nama sate kere. cuma kalo gw cari tau di internet maupun tanya orang sih katanya karena sate ini dulu banyak dimakan oleh orang miskin yang tidak sanggup makan sate daging yang merupakan makanan mewah pada dahulu kala. 


Sekian. Tks...

Wednesday, January 10, 2018

"Mabok di Ucok Durian Medan "



Assalamualaikum,

Beberapa waktu lalu di penghujung tahun 2017, gw diberi kesempatan kembali berkunjung ke salah satu kota besar yang ada di Indonesia yang berada di Pulau Sumatera yaitu Kota Medan. Kota yang bisa dibilang sangat mirip dengan Jakarta apalagi pas gw sedang disana keadaan lalu lintas di Medan sangat macet. Okelah kali in gw ga akan bicara tentang keadaan Kota Medan ini, tetapi gw akan sedikit cerita tentang pengalaman gw menyantap buah yang sangat terkenal di kota Medan yaitu Durian. 


"Jangan Bilang Pernah Ke Medan Kalau Belum Mampir Ke Ucok Durian", Kalimat tersebut sejujurnya sangat menyindir buat gw karena udah beberapa kali gw ke Medan baru kali ini berniat untuk pergi mencicipi durian di "Durian Ucok" karena mungkin sebelumnya gw lebih memilih tidur daripada jalan-jalan. Ya menurut orang-orang "Durian Ucok" ini merupakan tempat yang asik untuk menikmati durian. Gw orangnya suka durian tapi ga lebay juga juga sukanya. Kalo badan gw lebay ya emang udah rejekinya hahaha...

Ucok Durian
Rame Banget ini tempatnya

Ucok Durian
Ga Abis2 duriannya

Begitu malam tiba di Medan, gw bersama dua orang rekan gw bersiap menuju "Durian Ucok" padahal dari pagi sampe sore seharian kita kerja di lapangan dan itu sangat melelahkan. Namun kekuatan niat dan penasaran kita lebih besar ditambah hasutan yang luar biasa dari salah satu rekan tetep gw bela-belain. Untungnya di Medan ini sudah banyak taxi online yang beroperasi jadi tinggal tentuin aja di aplikasi tempatnya kita tinggal tidur di mobil. Sesampainya di tempat tujuan gw pun terkesima karena ternyata tempatnya luas dan rame banget. Durian yang di jual disini beraneka ragam dari segi rasa dan harga semuanya tergantung keinginan dan selera kita. Jumlah duriannya pun sangta banyak kayak ga ada habisnya, begitu mau habis diturunin lagi dari mobil pickup. Soal bau gausah ditanya ya pasti bau durian lah ga mungkin bau pizza.

Ucok Durian
Amunisi Perang
Tanpa pikir panjang kita langsung memesan 2 durian dengan ukuran sedang. Begitu durian datang langsung dong berebut karena namanya juga orang kampung kaya gw mah liat duren dan penasaran mah ga ada kompromi. Kita bertiga dengan lahap menghabiskan satu buah durian yang ada di meja, tapi berbeda dengan buah ke-dua yang sebenernya kita udah ga kuat makannya karena udah pusing dan mabok. Cuma kalo dipikir2 kapan lagi gw bisa menikmati durian yang sangat enak seperti ini di tempat lain, andaikan di Jakarta adapun harganya selangit jadi mau ga mau harus tetep dilanjutkan sampai habis.

Muka Mabok Duren
Temen gw sekaligus provokator udah tumbang, tinggal berdua berusaha sekuat tenaga melawan rasa pusing yang teramat masih memakan buah kedua sampai akhirnya buah kedua pun habis. Tapi istilah orang mabuk mah kalo ga jackpot kurang seru dan nanggung juga sih maboknya akhirnya kita berdua memutuskan untuk memesan satu buah durian lagi dengan ukuran yang sama dengan rasa yang lebih pahit (Konon yang paling enak adalah durian yang pahit karena banyak mengandung alkohol). Dengan keinginan yang begitu besar dan rasa tidak mau rugi akhirnya durian ketiga pun habis dilahap dan kita semua pun mabok. 

Sehabisnya kami memakan durian kami pun bergegas pulang dan tak lupa kami bayar lebih dahulu agar durian yang dimakan menjadi berkah. Harga satu buah durian yang kami makan adalah 60 ribu rupiah ,jadi total kami habiskan 180 ribu rupiah dalam semalam hanya untuk duren. Tapi dengan harga segitu sangat pantas karena rasa durennya mantap kali dan banyak banget durennya. jadi kalo menurut gw daripada pada minum minuman beralkohol di bar yang harga per slokinya sampai ratusan ribu jadi kalo sampe mabok bisa menghabiskan hingga jutaan rupiah  mending pada mabok Duren "Durian Ucok" cuma habis 200 ribuan udah teler sampai pagi. 

Kejadian seperti ini terjadi kembali keesokan harinya karena gw masih pengen makan durian. Pokoknya hari-hari gw di Medan terutama pada malam hari gw habiskan untuk menyantap durian di Durian Ucok ini cuma bedanya pada hari kedua gw memberanikan diri untuk menawar harga duren ternyata lumayan di korting 10 ribu rupiah per buah. Selain itu disini bisa juga dibungkus untuk dijadikan oleh2 atau buah tangan akan tetapi hanya bertahan 1 hari saja di suhu ruangan kalo di kulkas bisa 3 hari. Jika dibungkus daging durian akan dipisahkan dari kulit durian lalu dimasukkan ke dalam tempat seperti toples lalu akan di beri solatip hingga semi kedap udara atau bisa juga kita membeli olahan dari durian seperti Dodol durian maupun pancake durian yang pasti jangan disimpan terlalu lama karena bisa basi. Oh satu lagi "Durian Ucok" ini buka selama 24 jam ,namun ramai dari mulai malam hari sampai pagi hari sekitar jam 2-3 jadi tidak perlu khawatir tidak kebagian atau takut istri ngidam karena setiap saat buka.

Sekian cerita gw.Tks...


Tuesday, August 22, 2017

Dawet Telasih Bu Dermi Penghilang Dahaga di Tengah Panasnya Kota Solo

Dawet Telasih Bu Dermi Solo

Assalamualaikum,

Mumpung masih siang dan cuacanya cukup tering, paling enak ngomongin tentang segala jenis minuman apalagi kalo dingin.  Nah belum lama ini tepatnya gw lupa kapan gw pernah pergi ke Kota Solo yang merupakan salah satu kota yang mempunyai cuaca yang cukup terik. Nah Solo ini walaupun cuacanya panas tapi asik buat nongkrong dan kulineran karena disini makanan dan jajanan disini murah-murah. Cuma kali ini gw akan fokus berbagi cerita saat gw mencicipi jajanan tradisional yang legendaris dan tentunya pas diminum saat terik yaitu "Dawet Telasih Bu Dermi".

Ibu Penjualnya dengan 2 karyawannya
Ibu Penjualnya dengan 2 karyawannya
Membuat Dawet Telasih
Membuat Dawet Telasih
Dawet telasih legendaris ini terletak di Pasar Gede Kota Solo. Kalo udah di pasarnya tinggal tanya orang aja pasti pada tau letaknya. Pokoknya gampanglah cari lokasinya tinggal keliling-keliling di Pasar Gede sekalian cari oleh-oleh buat di bawa pulang ke daerah masing-masing (di sini oleh2nya murah banget dibandingin beli di toko). Lapaknya gak pernah sepi pembeli, ada yang makan di tempat sampe berdiri dan ada juga yang di bawa pulang yang jumlahnya kayak orang mau jualan jadi reseller es dawet. Menurut informasi yang gw cari di internet dari berbagai sumber dawet telasih Bu Dermi ini berdiri dari tahun 1930-an. Penjualnya sekarang merupakan generasi ke-3.

Ini pertama kalinya gw mencoba minum dawet telasih ini padahal gw udah lumayan sering mampir ke Solo. Dulu sih sempet pengen nyoba cuma ya gitu kendala males jalan dan cuaca yang panas banget menghalangi niat gw untuk minum dawet yang katanya kesukaan Pak Presiden Indonesia Jokowi. Kebetulan ada waktu dan ga males buat jalan, terakhir kemarin gw ke Solo langsung nyari lokasinya ke Pasar Gede. Pas sampe sana bener adanya kalo rame banget yang ngantri dawet ini. Kali ini gw ga sendiri tapi bersama atasan dan rekan-rekan kerja sekalian cari oleh-oleh.
Seporsi Es Dawet Telasih Bu Dermi ( Rp.8.000,-/Porsi)
Seporsi Es Dawet Telasih Bu Dermi ( Rp.8.000,-/Porsi)
Walaupun rame pembeli tapi jangan ditanya pelayanannya, cepet banget kayak orang kebelet. Pembelinya juga pada pengertian, kalo ada yang udah beres minum dawet langsung bayar dan pergi, Salut deh buat masyarakat kota Solo yang tertib ga kaya ngantri di Monas hahaha. Karena gw berempat jadi ya pesennya 4 porsi es dawet telasih. Abis itu langsung foto cekrek...cekrek beres langsung hajar dawetnya. Menurut pengamatan mata gw yang udah terlanjur minus dari SMP, rata-rata orang menghabiskan waktu kurang dari 1 menit untuk menghabiskan Es Dawet Telasih yang sangat segar ini. Karena pas gw mesen emang lagi haus dan teriknya ga nahan jadi gw nambah tapi bukan dawetnya tapi es Gempol Pleret yang ga kalah seger sama dawet telasihnya.

Seporsi Es Gempol Pleret (Rp.8.000,-/porsi)
Seporsi Es Gempol Pleret (Rp.8.000,-/porsi)
Kalo dawet telasih itu terdiri dari dawet, ketan hitam, tape ketan, bubur sumsum, biji selasih, gula dan tentunya dengan es yang ditambahkan kuah santan yang menyegarkan sedangkan kalo es gempol pleret ini isinya campuran adonan tepung beras dan tepung sagu dan kuah yang sama segernya sama es dawet.
Sebenernya porsi dawet telasih ini  pas yang artinya tidak kurang dan tidak berlebihan. Kesan gw sih seger, ringan dan menyegarkan untuk satu porsi pertama dan mengenyangkan untuk porsi kedua. Jadi Jangan sampe minum dua porsi karena kenyang banget ntar ga muat perutnya untuk kulineran di Solo, kan sayang banget karena Solo punya makanan dan jajanan yang enak-enak. Soal harga ga usah ditanya karena emang murah-murah, seporsi es dawet telasih dan es gempol pleret cukup terjangkau hanya 8.000 (delapan ribu) rupiah. Jadi kalo yang lagi iseng atau memang sengaja jalan-jalan di Solo, Dawet Telasih Bu Dermi wajib dicoba karena dapat menjadi penghilang dahaga di tengah panasnya Kota Solo.  


Sekian Tks...

Monday, July 31, 2017

" 5 Kuliner khas Kota Pekalongan yang Wajib di coba!! "





Assalamualaikum,

Pekalongan adalah salah satu dari beberapa kota yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, terletak di Jalur Pantura dan memiliki julukan "Kota Batik".  Kali ini gw tidak akan membahas tentang batik tetapi gw akan sedikit memberikan informasi tentang kuliner yang wajib di coba jika mampir Ke Kota Pekalongan. Seperti daerah lain di Jawa Tengah maupun Provinsi lain, Pekalongan juga mempunyai beberapa kuliner khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain, walaupun ada beberapa di daerah lain yang menjual kuliner Pekalongan di daerah lain akan tetapi kurang greget rasanya kalo tidak mencoba di daerah asalnya. Karena keluarga gw baru pindah ke Batang di Kota Pekalongan jadi informasinya belum bisa banyak-banyak hahaha...

Soto tauto

Soto Tauto Kerbau
Soto Tauto Kerbau
Soto tauto ini adalah adalah perpaduan antara soto dengan tauco. Di Pekalongan sangat banyak pedagang warung maupun toko yang berjualan kuliner satu ini karena memang Tauto ini memang berasal dari Pekalongan. Tauto ini berbeda dengan jenis soto yang lain karena selain menggunakan tauco sebagai bumbunya, daging yang digunakan adalah daging dan jeroan kerbau. Namun bagi yang tidak suka dengan tekstur maupun baunya tidak usah khawatir karena biasanya warung yang menyediakan menu tauto menyediakan daging ayam maupun daging sapi sebagai pengganti dari daging kerbau. Gw sendiri sangat suka dengan daging kerbau karena lebih berasa dan pas sama tauconya. Kalo Gw dan keluarga gw sangat sering makan Soto Tauto di daerah PPIP di kota Pekalongan dan Warung Sederhana yang terletak di Jalan A. Yani No. 37 Kauman di Batang (Selain deket rumah juga karena murah dan enak). Range harga Tauto ini dari 15.000 - 20.000 rupiah lengkap dengan nasi atau lontong.

Nasi Megono

Nasi Megono
Nasi Megono (Sumber di sini)
Kita sudah seringkali mendengar nasi uduk, nasi kuning dan nasi kucing sebagai menu andalan daerah masing-masing. Tapi kalo lagi di Pekalongan mending cobain deh menu "Nasi Megono". Kuliner yang satu ini bisa dikatakan unik karena menggunakan nangka muda sebagai tambahan nasinya. Nasi megono bisa di makan pagi, siang maupun malam hari tergantung kitanya saja mau makan kapan. Kalo gw pribadi sih tidak punya tempat rekomendasi tertentu karena rasa dari Nasi Megono dari warung ke Warung hampir sama. Saat gw tinggal di Serang, gw pernah mencoba nasi megono namun sayangnya sangat mahal untuk seporsinya bisa dihargai sampai 15.000  rupiah tetapi kalo di Pekalongan harganya sangat murah paling seporsinya hanya 2.000 - 3.000  rupiah bahkan kalo di warung garang asem yang di alun-alun Pekalongan megononya gratis walaupun garang asemnya bayar. hahahah. 

Pindang Tetel

Pindang Tetel
Pindang Tetel (sumber di sini)
Nah Pindang tetel ini sebenernya mirip sama rawon cuma isinya tetelan. Kuliner ini juga sangat banyak dijual di sekitaran alun-alun kota Pekalongan. Jadi sebenernya sama aja kaya rawon cuma mungkin namanya aja beda dan pake tomat sebagai tambahan bumbunya (apa lidah gw yang salah, klo salah tolong dimaafkan hehehe). Kalo siang hari sangat disarankan makan pindang tetel karena seger banget makanan yang satu ini apalagi kalo pake sambel. Range harganya 20.000 - 30.000 rupiah/porsi tergantung tempat dan porsinya.

Garang Asem

Garang Asem
Garang Asem (Sumber di sini)

Tidak jauh berbeda dengan Pindang Tetel, Garang asem juga sepertinya mirip rawon cuma pake daging sapi bukan pake tetelan seperti pindang tetel. Sekarang tergantung dari konsumen aja senengnya pindang tetel atau garang asam, biasanya dalam satu warung pasti menjual pindang tetel dan garang asam jadi kalo penasaran bisa pesen dua-duanya sekaligus. Pindang tetel maupun garang asam juga enak disantap menggunakan nasi megono dan telor pindang jadi bisa nyicipin 3 menu dalam satu suap. Range harganya 20.000 - 30.000 rupiah/porsi tergantung tempat dan porsinya.

Es Kombor

Es Kombor
Es kombor adalah satu-satunya jenis minuman yang gw masukan ke dalam daftar. Es Kombor ini bisa jadi musuh terbesar saat puasa (untung aja gw di Jakarta pas puasa). Terbuat dari campuran santen, air dan bahan lain-lain (Gw gatau persisnya) yang pasti rasanya kaya es mocca. Ini es emang seger banget dan kalo gw minum biasanya ga bisa satu gelas. yang uniknya adalah campuran roti tawar yang dicampurkan ke dalam es kombor. Es yang satu ini banyak ditemui di sekitar pasar maupun di alun-alun. Wajib nih di coba karena belum tentu di daerah lain ada walaupun kalo dilihat dengan seksama banyak pedagang es kombor ini tidak memerhatikan kebersihan dari es maupun tempat penyajiannya. Untuk seporsi es kombor cukup murah hanya 2.000 rupiah. 

Sekian. Tks... 


     

Tuesday, July 25, 2017

Wisata Murah dan Unik di Kebun Teh Pagilaran di Batang


Kebun Teh Pagilaran - Kab Batang

Assalamualaikum,

Hari raya Lebaran 2017 sudah sebulan berlalu, masih banyak pengalaman saat mudik di Batang yang belum sempet gw ceritain terutama saat keluarga gw jalan-jalan. Setelah sibuk silaturahmi mengunjungi rumah mbah gw di Desa Bawang pada hari lebaran kedua, gw dan keluarga berencana untuk berwisata ke Kebun Teh Pagilaran. Tempat ini tidak terlalu jauh dari rumah sekitar 30 KM atau sekitar 1 jam perjalanan. Keluarga gw memutuskan pergi ke Kebun Teh Pagilaran karena selain dekat, tempat ini sangat sejuk, murah dan tentunya masih belum terlalu banyak orang yang pergi kesana jadi tidak perlu macet dan desak-desakan. Tau sendiri kalo orang kita pegang duit apalagi pas THR lebaran sudah turun, tempat wisata pada penuh dan tentunya pada ga sabaran untuk masuk. 
Jalan menuju Kebun Teh Pagilaran ini juga bebas macet dan sudah bagus jadi ideal bangetlah pas gw mudik ke Batang main ke sini. Sebenernya dulu gw pernah kesini satu kali sekitar 4-5 tahun yang lalu tapi waktu itu kayaknya belum bagus jalannya. Lahan Kebun Teh ini milik PT. Pagilaran yang terletak di Desa Gondang, Kabupaten Batang - Jawa Tengah. Keren sih menurut gw daripada dianggur-in tempatnya mending dikelola jadi tempat wisata kan itung-itung bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar juga.
Karcis Masuk Kebun Teh Pagilaran
Karcis Masuk Kebun Teh Pagilaran
Seperti yang udah gw perkirakan waktu tempuh dari rumah ke tempatnya memakan waktu sekitar 1 jam (udah termasuk nyasarnya). Sekedar saran sih buat pengelola untuk memperjelas papan arah menuju kawasan soalnya waktu gw kesana ada sekitar 3 mobil luar kota yang nyasar. Sesampainya di pintu gerbang kawasan wisata gw sudah bisa melihat kebun teh yang sangat luas. Untuk masuk ke kawasan wisatanya kita hanya dikenakan biaya 5.000 (Lima Ribu) rupiah/orang, sangat murah lah untuk ukuran tempat wisata. dari pintu gerbang ke tempat parkir sekitar 10 menitan tapi di sepuluh menit perjalanan kita bisa nentuin banyak spot yang keren buat ambil foto, ga rugi lah pokoknya.




Sesampainya di parkiran mobil, gw langsung pengen cepet-cepet pergi ke kebun tehnya tapi papa sama mama gamau karena capek juga kalo harus turun naik. Mampirlah kami ke sebuah kedai atau warung untuk ngedrop mama dan papa. Seperti di tempat sejuk lainnya, kedai ini menjual seperti berbagai minuman hangat (kopi, susu dan jahe) dan makanan ringan (mie instan, gorengan dan jagung bakar) pokoknya enaklah nongkrong di warung kalo tempatnya dingin. Orang tua gw udah anteng alias pw sama tempatnya sekarang giliran anak muda beraksi, gw berempat ama kakak beserta istrinya dan adik gw pergi berkeliling di sana.


Flying Fox
Flying Fox
Jalan di Kebun Teh
Jalan di Kebun Teh
Danau dan Bebek2an
Danau dan Bebek2an
Saat kami berempat turun ke area wisatanya ternyata banyak wahana yang tersedia disini seperti flying fox, jembatan panjang dan perahu bebek. Rasanya pengen nyoba wahananya cuma kalo liat badan gw segede gini sih mending nyadar diri aja hahahha. Karena kita pada nyadar diri ga bisa naik wahana, akhirnya cuma foto-foto aja di sekitaran kebun teh sambil sesekali liat jajanan yang dijual disana. Untuk menggunakan setiap wahana kita harus membayar lagi jadi tiketnya terpisah dengan tiket masuk, contohnya jika kita mau mencoba flying fox  kita harus membayar lagi sebesar 10.000 (Sepuluh Ribu) rupiah/orang di loket yang sudah di sediakan di masing-masing wahana..

Ada sesuatu yang unik di tempat ini yaitu adanya fasilitas WIFI yang disediakan oleh pihak pengelola Kebun. Kalo restoran atau hotel ada WIFI sudah sering kali gw temukan dan sebenernya hukumnya semi wajib tapi kalo kebun teh punya wifi baru kali ini ketemu. Untuk menggunakan fasilitas WIFI kita harus menghubungi tukang parkir dan membayar 3.000 (Tiga Ribu) rupiah, nanti di kasih passwordnya untuk akses ke WIFI yang sudah di sediakan. Memang di kawasan ini hampir tidak ada sinyal HP yang ketangkep jika adapun paling hanya 1-2 batang itu pun udah provider yang paling canggih katanya. Gw sih mending foto-foto sambil bercanda trus liat pemandangan sambil makan bareng keluarga karena sayang aja belum tentu bisa setahun sekali ke sini dan masa iya pas lagi liburan malah sibuk sama HP.







Setelah asik foto-foto gw terkena penyakit perut yang suka kambuhan tiba-tiba yaitu laper. Penyakit gw itu suka kambuh apalagi kalo nyium bau ayam  yang di tusuk-tusuk terus dibakar dipake-in bumbu kacang ama kecap alias sate ayam kebetulan banget nih ada yang jual di sini, pas banget lagi dingin-dingin makan sate ayam. Sate ayam disini dijual pake motor yang sudah di modifikasi, per tusuknya cuma 1.000 (seribu) rupiah, Namanya megang THR langsung dah gw beli 50 tusuk buat dimakan rame-rame sama keluarga tanpa nasi hahaha..

Sate Ayam Rp.1.000/tusuk
Sate Ayam Rp.1.000/tusuk
Teh Hitam Pagilaran buat Oleh-Oleh
Teh Hitam Pagilaran buat Oleh-Oleh



Sate ayam udah jadi, gw langsung balik ke kedai warung tempat mama sama papa duduk trus gw buka bungkus satenya dan tau kan apa yang terjadi??? Satenya ludes kurang dari 10 menit. Memang tempatnya nyaman dan sepertinya keluarga gw belum mau pulang juga akhirnya gw pesen mie rebus aja buat ngemil. Ada sekitar 1 jam setelah gw makan mie rebus keluarga gw masih santai-santai padahal belum makan berat. Mungkin karena udah kelamaan dan udah mulai banyak yang dateng akhirnya si papa ngajakin pulang. Sebelum pulang gw beli teh hitam dan opak mentah yang dijual di kedai warung yang sama tempat nongkrong papa dan mama. Kaget bukan main pas bayarnya cuma kena 100 ribuan lah untuk semua makanan dan minuman serta oleh-oleh. Kalo yang ini biar gw yang bayar hahahaha.





Menu Makanan beserta Harganya
Menu Makanan beserta Harganya
Saat arah pulang ke rumah masih di daerah Kebun teh tapi sudah melewati pintu gerbang masuk, ada satu rumah makan ikan bakar namanya "Bukit Halimun". Rumah makan ini memiliki pemandangan yang tidak kalah bagus dengan Kebun Teh Pagilaran. Makan Ikan di tempat dingin dengan suasana yang bagus sungguh nikmat deh. Secara keseluruhan sih makanannya lumayan enak dan harganya murah. Setelah makan kami sekeluarga bergegas pulang ke rumah di Batang. Sekian cerita gw saat jalan-jalan ke kebun teh Pagilaran, Silahkan dicoba mampir kalo main ke Batang. Tks.....




Friday, July 14, 2017

Kuliner #16 : "Nasi Goreng Babat Pak Karmin Semarang"



Assalamualaikum,

Kota Semarang merupakan salah satu kota yang sangat gw suka karena banyak tempat wisata dan akses yang mudah. Bulan lalu gw pergi ke kota Semarang, disana banyak sekali tempat-tempat yang menurut gw unik dan bagus salah satunya adalah Kawasan Kota Lama Semarang. Seperti yang sudah gw ceritakan di blog gw sebelumnya bahwa tempat ini menawarkan suasana yang berbeda pada malam hari. Selain karena tempat wisata, Kota Semarang ini terkenal juga dengan jajanan dan kuliner-nya yang memiliki rasa yang sangat enak seperti wingko babat, lumpia semarang, bandeng presto dan tahu petis.
     
Saat gw ke Semarang, gw berkesempatan mencicipi salah satu kuliner yang dianggap terkenal dan melegenda di sekitaran Kota Lama Semarang yaitu "Nasi Goreng Babat Pak Karmin".  Kabarnya nasi goreng ini sudah berdiri dari tahun 1971, artinya sudah lebih dari 40 tahun warung ini berdiri. Gw sendiri mengetahui keberadaan nasi goreng babat ini setelah mencari informasi dari internet tentang kuliner Semarang, hampir semua artikel dari website maupun blog merekomendasikan tempat ini sebagai tujuan kuliner di Semarang. 

Nasi Goreng Babat Pak Karmin
Nasi Goreng Babat Pak Karmin (Rp 15.000)
  Warung yang terletak di Jalan Pemuda yang berdekatan dengan Jembatan Mberok Kota Lama Semarang ini sangat ramai pada malam hari, untungnya saat gw pergi kesana tidak terlalu ramai, alhamdulillah. Gw memesan nasi goreng babat dan gongso babat. Tidak perlu lama menunggu pesanan gw pun dengan cepat di antar. Begitu liat bentuknya dan mencium aromanya gw langsung tergiur. Gimana engga tergiur, bumbu rempahnya medok banget terlihat dan potongan babatnya yang banyak dan besar-besar pula. Setelah dicoba ternyata emang enak banget apalagi dicampur dengan telur dadar dan gongso babat-nya makin terasa babat pake nasi goreng. 

Gongso Babat
Gongso Babat (Rp.25.000)
Sebaiknya jika memesan gongso babat minimal bawa temen karena porsinya banyak banget dan kalo banyak-banyak makannya nanti bisa kolestrol. Bayangin aja bukan hanya babat tetapi hampir semua jeroan seperti ati, limfa, iso dan paru ada di dalam babat gongso, bahaya tapi enakkk!! Pokoknya ini salah satu kuliner kesukaan gw dan wajib banget kalo ke Semarang makan ke tempat ini lagi.

Tapi hati-hati bagi yang ingin mencicipi nasi goreng babat ini karena banyak warung tenda maupun warung-warung nasi goreng babat yang lain memakai nama Pak Karmin untuk membuat warung nasi gorengnya ramai. Yang sangat disayangkan kenapa mereka memakai nama Pak Karmin padahal nih gw sempet nyicipin nasi goreng babat yang lain dengan memakai nama Pak Karmin, dari segi rasa juga ga terlalu jauh berbeda dengan yang asli padahal kalo dari segi harga mereka menang lebih murah. 

Nah setelah puas menyantap nasi goreng babat dan babat gongso Pak Karmin jangan langsung pulang, coba deh jalan-jalan di Kota Lama sambil nurunin makanan dulu pasti menyenangkan. Oke sekian dulu gw berbagi cerita tentang Kuliner yang sudah menjadi legenda bagi warga Semarang. Jadi kalo mau nasi goreng enak berkelas harga murah silahkan mampir ke "Nasi Goreng Babat Pak Karmin". Tks...  

Tuesday, June 13, 2017

"Makan yang anget-anget di Wonosobo"

Mie Ongklok Lengkap

Assalamualaikum...

Alhamdulillah gw masih diberi kekuatan dalam menjalani ibadah puasa yang telah memasuki hari ke 18. Sepertinya memang puasa kali ini tidak mengurangi berat badan gw, andaikan berkurang pun kayaknya ga bakalan keliatan. Ya emang kebiasaan gw klo buka suka makan yang banyak seperti minggu kemarin saat gw bersama tim dari kantor gw bertugas di Wonosobo. Wonosobo ini merupakan kota yang berada di dataran tinggi, jadi memang kotanya sejuk pada siang hari dan sangat dingin pada malam hari. Di Wonosobo ini terdapat makanan khas yang sangat enak, unik, murah dan mudah untuk ditemukan yaitu "Mie Ongklok".  Mie ongklok ini sangat cocok untuk tempat yang dingin seperti wonosobo ini.
Mie Ongklok & Sate Bu Umi
Mie Ongklok & Sate Bu Umi
Mie Ongklok & Sate Bu Umi
Tempatnya bersih dan nyaman
Seperti yang gw bilang barusan, mie ongklok ini sangat mudah untuk ditemukan di Wonosobo. Hampir di setiap jalan yang gw lewati ada yang menjual kuliner ini atau kalo yang bingung cari aja di sekitar alun-alun Wonosobo. Nah pas kemarin gw di Wonosobo gw sempat makan mie ongklok di warung "Mie Ongklok & Sate Sapi Bu Umi" yang terletak di Jalan Masjid No.11 Kauman Utara Wonosobo. Selain menjual mie ongklok warung Bu Umi ini juga menjual sate sapi yang merupakan kuliner yang wajib di coba juga kalo kita sedang pergi di Wonosobo.
Mie Ongklok khas Wonosobo
Mie Ongklok khas Wonosobo (Rp 8.000)
Mie Ongklok khas Wonosobo
Sate Sapi (Rp 22.000)
Mie Ongklok khas Wonosobo
Tempe Kemul (Rp 750)
Sambel Rawit
Sambel Rawit (gratis)
Mie ongklok ini merupakan makanan yang sederhana dan tidak ribet. Cara buatnya hanya mencelup-celupkan mie dan sayuran (kubis/kol dan kucai) ke dalam air mendidih sambil di ongklok (digoyang keatas dan ke bawah). Setelah itu lalu disiram kuah kentel ditambah bumbu kacang kali ya udah cuma segitu, simpel kan. Paling enak pas makan mie ongklok di temani sama sate sapinya yang dijual juga di warung. Ada yang unik dari penyajian sambel untuk campuran mienya, jika biasanya sambelnya itu berupa sambel cair kalo di sini sambelnya hanya rawit hijau (cengek) di ulek dan sudah pasti rasanya pedes banget jadi jangan terlalu banyak. Jangan lupa juga untuk makan tempe kemul yang disediakan di meja-meja. Tempe kemul itu tempe yang diselimutin sama adonan tepung yang lebar dan renyah, pokoknya kalo sudah dicampur tuh mie ongklok, sate sapi dan tempe kemul terus di makan pas buka puasa ditambah minum teh manis anget bisa tidur nyenyak deh malemnya. Gw aja abis dua porsi mie ongklok + sate sapi + 4 tempe kemul, sadisss. Untuk harga dijamin murah deh, seporsi mie ongklok hanya Rp 8.000 ,sepuluh tusuk sate sapi Rp 22.000 dan tempe kemul cuma Rp 750 . Abis makan gw langsung kembali ke Hotel.


Wedang Ronde RRT
Wedang Ronde RRT
Nah setelah sampe di hotel gw lupa membeli minuman untuk persediaan selama di hotel, trus gw cari di toko/minimarket sekitar hotel. Pas dalam perjalanan ke minimarket gw ada nemu toko yang menjual wedang ronde, oleh-oleh dan roti2 gitu namanya "Badam Ronde". Yang bikin penasaran itu karena tempatnya lumayan rame, ada yang nongkrong, ada yang beli oleh-oleh ada yang pesen royi pokoknya rame. Penasaran dong gw akhirnya masuk terus pesen wedang RRT. Kata "RRT" ini gw masih belum tau artinya apaan sampe sekarang masih menjadi misteri, yang gw tau cuma wedangnya itu pake kacang mete dan emping. Lo bayangin minum wedang ronde pake emping, tapi ya namanya gw penasaran gw cobain dong. Anehnya cocok-cocok aja, entah karena lidah gw yang hampir cocok ke semua makanan atau emang cocok beneran. pokoknya sih wedang disini juga harus di coba. Satu porsinya dihargai Rp 12.000 . Udah murah dapet lengkap lagi kan.

Pokoknya perjalanan gw di Wonosobo ini sangat memuaskan apalagi ditemani oleh kuliner yang anget-anget. Jangan lupa bagi kalian yang sengaja maupun tidak sengaja mengunjungi kota Wonosobo untuk mencoba kuliner disana seperti Mie ongklok, Sate Sapi, Tempe Kemul dan Wedang Jahe. Menurut gw semua makanan yang gw sebutin tadi memang cocok untuk menu berbuka puasa, apalagi kan sekarang masih pada puasa. Silahkan mencoba!!

Tks..