'Trip #11 : "Tanjung Aan dan Batu Payung - Lombok ".'

Artikel ini menceritakan pengalaman pribadi penulis tentang tempat wisata yang dikunjungi di Lombok. Tanjung Aan dan Batu Payung merupakan dua dari banyak tempat di lombok yang sangat indah dan exotic dimana penulis menghabiskan satu hari untuk mengunjungi kedua tempat tersebut.

Trip #7 Kuliner #4 : "Warna - Warni Kota Palembang"

Palembang dengan keindahan malam hari dan keanekaragaman kuliner yang tersaji

Trip #6 : "Keindahan Senja di Langit Tanjung Pinang"

Menikmari keindahan langit saat akan senja di pinggir pelabuhan Tanjung Pinang- Kepulauan Riau

Trip #3 : "Tarakan - Tanjung Selor

Perjalanan ke Tanjung Selor dan Tarakan serta menikmati hutan bakau yang ada di Tarakan.

Blog #2 : "Blogging is an Art"

Perjalanan hidup pribadi sehingga memilih untuk menjadikan blogging menjadi passion

Saturday, November 23, 2019

Menatap Kehidupan Baru, New Adventure !!



Assalamualaikum, wr.wb

Sudah lama rasanya tidak memanfaatkan waktu luang untuk ngurus blog ini, ada terselip rasa rindu untuk menulis kembali, hari ini gw coba lagi nulis di blog ini lagi. 

Setelah 2 tahun hibernasi ngurusin blog, gw terpanggil kembali terjun ke dunia per-blogan yang dimana ini merupakan hobby gw, walaupun waktu senggang sekarang ga sebanyak 2 tahun lalu. Kenapa bisa gw vacuum dari blog... Tentu berbagai banyak alasan dan masalah yang terjadi di dalam hidup gw terjadi walaupun ga lebay-lebay amat. Sudah banyak perubahan yang terjadi dalam hidup gw. 

Jadi gw ceritakan secara singkat aja. Dalam 2 tahun ini gw harus fokus untuk membangun masa depan gw mengingat umur gw yang sudah kritis untuk nyari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan gw. Alhamdulillah semua berjalan sesuai dengan keinginan gw untuk mendapatkan pekerjaan tetap yang tidak memusingkan hari tua lagi. Perubahan kedua adalah gw sekarang sudah hidup berdua dengan kekasih hati sehidup semati yang gw sendiri tidak menyangka akan berjodoh dengan dia karena memang tidak pernah kenal sebelumnya. Ketiga, selain bertambahnya seseorang dalam hidup kita ada juga orang yang gw sayang pergi meninggalkan gw yaitu papa gw, tepat tanggal 10 september 2018 papa pergi meninggalkan keluarga untuk memenuhi takdirnya. Semoga allah menerima iman islamnya aminnn...

Tentunya dengan perubahan-perubahan yang terjadi akan menjadi tantangan tersendiri sehingga menjadi cerita yang dapat gw tulis di blog ini. Masih banyak cita-cita yang Petualangan dicapai dan diperjuangkan.  baru siap di mulai!!! New Adventure begin!!!

Wednesday, April 18, 2018

Sate yang Selalu Membuat Kangen Kota Solo

Assalamualaikum,

Tiba-tiba jadi pengen nulis tentang makanan gara-gara hujan turun terus diluar sana. Udaranya pun jadi semakin dingin kaya sifat kamu ke aku #eaaaaa...hahaha jadi alay gw. Langsung aja karena udaranya semakin dingin gw jadi kepikiran atau lebih ekstrimnya kangen banget sama sate. Emang sate ini banyak dicari orang saat cuaca mendung begini. 

Ngomong-ngomong tentang sate gw jadi ingat tentang kota Solo yang mempunyai banyak jenis sate yang unik dan tentunya enak buat dijadikan santapan. Selama ini gw sudah pernah nyobain 2 jenis sate yang terkenal di Kota Solo yaitu Sate Buntel dan Sate Kere. Untuk rasanya ga usah ditanya kelezatannya, kedua sate ini semuanya sangat enak jadi kalo disuruh milih doyan mana, dengan berat hati bukan maksud mendua gw jelas pilih keduanya hahahaha..... maklum serakah. 

Yang Pertama adalah...........

Sate Buntel
Sate Buntel

Kuliner di atas adalah sate Buntel. Sate ini berbeda dengan sate yang lain pada umumnya, pada sate lain pada umumnya terdiri dari irisan daging ayam/kambing/sapi yang ditusuk dengan tusuk sate lalu di bakar kalo sate buntel ini daging tidak diiris atau dipotong melainkan di giling lalu lilitkan (dalam bahasa jawa di buntel) berlapis-lapis dan dicampur dengan lilitan gajih/lemak lalu di bakar lalu disajikan dengan dicincang. jadi jangan heran kalo kita memesan sate buntel ga ada tusuknya karena biasanya disajikan tanpa tusuk. Lebih nikmat lagi kalo kita juga memesan tengkleng trus makan bersama sate buntel jadinya kenikmatan yang hakiki. 

Yang sudah pernah gw cobain adalah Sate Buntel Haji Bejo yang konon katanya merupakan salah satu tempat kesukaan Pak Presiden RI (Pak Jokowi). Cuma jangan pesen banyak-banyak ya karena selain berbahaya bagi kesehatan badan seperti kolestrol dan darah tinggi, makan kebanyakan sate buntel juga dapat berbahaya bagi kesehatan dompet hahaha... karena satu porsinya berkisar 30 ribu - 40 ribu rupiah. Cuma bagi yang pertama kali datang ke Kota Solo, sate ini wajib dicoba ya.....

Yang Kedua adalah........
Sate Kere
Sate Kere
Berbeda dengan sate buntel yang terkesan daging banget, sate kere ini adalah sate yang terdiri dari campuran tempe gembus, otot, kikil dan gajih disajikan dengan lontong atau ketupat. Gw baru sekali mencoba sate kere ini karena kebetulan gw pernah di solo saat ada Festival Payung berlangsung dan gw menemukan sate kere saat lapar. Walaupun kita tidak menemukan daging dalam sate ini, soal rasa menurut gw sih tidak kalah dari sate buntel bahkan sate kere ini juga termasuk enak. Kelebihan sate ini adalah harganya yang murah dan variatifnya bahan baku sate. untuk 1 porsi biasanya dipatok dengan harga Rp.10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah) , tentu sangat murah dan terjangkau mengingat kita sudah dapat menikmati sate dengan berbagai bahan ( tempe gembus, otot, kikil dan gajih).

Entah kenapa diberi nama sate kere. cuma kalo gw cari tau di internet maupun tanya orang sih katanya karena sate ini dulu banyak dimakan oleh orang miskin yang tidak sanggup makan sate daging yang merupakan makanan mewah pada dahulu kala. 


Sekian. Tks...

Thursday, January 11, 2018

"Pasar Ekstrim Tomohon - Manado"

Pasar Beriman Tomohon

Assalamualaikum,

Gw punya satu pengalaman yang menurut gw sangat unik dan bikin gw sebenernya merinding. Sekitar 3 bulan lalu gw pergi ke salah satu pasar unik di Tomohon yaitu Pasar Ekstrim Tomohon. Dibilang "Ekstrim" karena pasar tersebut menjual berbagai daging hewan yang menurut gw ga lazim buat dimakan seperti anjing, kucing, tikus, ular piton, babi hutan maupun kera. Semua daging yang dijual itu ternyata memang untuk dikonsumsi oleh masyarakat sekitar. Oh iya... Tomohon adalah salah satu Kota yang berada di Provinsi Sulawesi Utara. Jika dari Kota Manado diperlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan dart menggunakan mobil. Disini bisa dibilang lumayan sejuk udaranya.

Pasar Beriman Tomohon
Pasar Beriman Tomohon

Papan Petunjuk ke Pasar Ekstrim
Pasar Ekstrim Tomohon ini seperti kebanyakan pasar tradisional pada umumnya yang menjual berbagai kebutuhan pokok seperti sayur, buah dan pakaian pada bagian depan namu jika ditinjau ke bagian tengah terdapat papan petunjuk bertuliskan "Pasar Ekstrim" yang isinya seperti gw ceritakan di awal tadi. Jadi sebenernya gw udah tau kalo Pasar Ekstrim itu isinya jual daging begituan cuma namanya rasa penasaran gw yang lumayan besar dan ini merupakan pengalaman pertama gw juga alhamdulillah bisa juga ke tempat unik seperti ini yang ga ada salahnya mencoba memberanikan diri masuk dan melihat seperti apa keadaan pasarnya.

Anjir Perutnya Kok Bisa Begitu

Kasian Beud dah ya!! Masih Mau Makan Daging Di Sini

Setelah masuk ke lokasi gw langsung melihat pemandangan yang sangat memprihatinkan yaitu banyak anjing hiudp yang dikerangkeng atau di kandangin, lalu di atas kandang tersebut sudah ada beberapa ekor anjing yang sudah matang (keadaan mati dan hangus terbakar) terpampang. Bisa dibayangin temennya si anjing ngeliatin temennya kaku tak bernyawa. Gw juga sempet liat cara si anjing yang hendak di jual tersebut dibunuh, pokoknya gw langsung goyang keberanian deh. Ya acara kriminal di TV tentang pembunuhan memakai benda tumpul mungkin seperti itu kali ya, ngeri dah pokoknya (Ga tega gw sebenernya).

Pyton - Pasar Ekstrim Tomohon
Kok ada Batiknya?

Tikus Sawah - Pasar Ekstrim Tomohon
Bakuriyu Di Panggang

Kelelawar - Pasar Ekstrim Tomohon
Batman Aja Terbujur Kaku

Babi - Pasar Ekstrim Tomohon
Mirip Majin Boo Tapi Lebih Ngeselin
Selain itu banyak los/tempat dagang di bagian tengah pasar menjual daging non halal dan tak lazim (menurut gw ya) , banyak yang gw liat seperti tikus hutan, babi hutan, ular dan kelelawar. Memang ga semuanya berjualan daging seperti itu masih ada kok yang jual daging ayam dan daging sapi cuma jumlahnya tidak terlalu banyak seperti daging ekstrim. Selain pemandangan di pasar tersebut yang membuat badan gw sedikit mual adalah bau daging yang dijual di sana belum familiar dengan indera penciuman gw jadi sedikit membuat mual.

Pyton Versus Gw
Setelah pergi dari Pasar Ekstrim gw memilih untuk memakan ikan karena jujur gw rada sedikit takut kalo makan daging, kan kalo ikan bentuknya jelas ikan nah kalo daging kan udah diiris. Daripada kita gatau kan mending makan ikan aja. Sedikit tips untuk menghilangkan mual akibat melihat pemandangan unik tersebut gw biasanya minum kopi, kebetulan kopi di sekitaran Tomohon-Manado lumayan enak jadi ga ada salahnya ngopi sambil menghilangkan mual. 


Sekian. Tks...

Wednesday, January 10, 2018

"Mabok di Ucok Durian Medan "



Assalamualaikum,

Beberapa waktu lalu di penghujung tahun 2017, gw diberi kesempatan kembali berkunjung ke salah satu kota besar yang ada di Indonesia yang berada di Pulau Sumatera yaitu Kota Medan. Kota yang bisa dibilang sangat mirip dengan Jakarta apalagi pas gw sedang disana keadaan lalu lintas di Medan sangat macet. Okelah kali in gw ga akan bicara tentang keadaan Kota Medan ini, tetapi gw akan sedikit cerita tentang pengalaman gw menyantap buah yang sangat terkenal di kota Medan yaitu Durian. 


"Jangan Bilang Pernah Ke Medan Kalau Belum Mampir Ke Ucok Durian", Kalimat tersebut sejujurnya sangat menyindir buat gw karena udah beberapa kali gw ke Medan baru kali ini berniat untuk pergi mencicipi durian di "Durian Ucok" karena mungkin sebelumnya gw lebih memilih tidur daripada jalan-jalan. Ya menurut orang-orang "Durian Ucok" ini merupakan tempat yang asik untuk menikmati durian. Gw orangnya suka durian tapi ga lebay juga juga sukanya. Kalo badan gw lebay ya emang udah rejekinya hahaha...

Ucok Durian
Rame Banget ini tempatnya

Ucok Durian
Ga Abis2 duriannya

Begitu malam tiba di Medan, gw bersama dua orang rekan gw bersiap menuju "Durian Ucok" padahal dari pagi sampe sore seharian kita kerja di lapangan dan itu sangat melelahkan. Namun kekuatan niat dan penasaran kita lebih besar ditambah hasutan yang luar biasa dari salah satu rekan tetep gw bela-belain. Untungnya di Medan ini sudah banyak taxi online yang beroperasi jadi tinggal tentuin aja di aplikasi tempatnya kita tinggal tidur di mobil. Sesampainya di tempat tujuan gw pun terkesima karena ternyata tempatnya luas dan rame banget. Durian yang di jual disini beraneka ragam dari segi rasa dan harga semuanya tergantung keinginan dan selera kita. Jumlah duriannya pun sangta banyak kayak ga ada habisnya, begitu mau habis diturunin lagi dari mobil pickup. Soal bau gausah ditanya ya pasti bau durian lah ga mungkin bau pizza.

Ucok Durian
Amunisi Perang
Tanpa pikir panjang kita langsung memesan 2 durian dengan ukuran sedang. Begitu durian datang langsung dong berebut karena namanya juga orang kampung kaya gw mah liat duren dan penasaran mah ga ada kompromi. Kita bertiga dengan lahap menghabiskan satu buah durian yang ada di meja, tapi berbeda dengan buah ke-dua yang sebenernya kita udah ga kuat makannya karena udah pusing dan mabok. Cuma kalo dipikir2 kapan lagi gw bisa menikmati durian yang sangat enak seperti ini di tempat lain, andaikan di Jakarta adapun harganya selangit jadi mau ga mau harus tetep dilanjutkan sampai habis.

Muka Mabok Duren
Temen gw sekaligus provokator udah tumbang, tinggal berdua berusaha sekuat tenaga melawan rasa pusing yang teramat masih memakan buah kedua sampai akhirnya buah kedua pun habis. Tapi istilah orang mabuk mah kalo ga jackpot kurang seru dan nanggung juga sih maboknya akhirnya kita berdua memutuskan untuk memesan satu buah durian lagi dengan ukuran yang sama dengan rasa yang lebih pahit (Konon yang paling enak adalah durian yang pahit karena banyak mengandung alkohol). Dengan keinginan yang begitu besar dan rasa tidak mau rugi akhirnya durian ketiga pun habis dilahap dan kita semua pun mabok. 

Sehabisnya kami memakan durian kami pun bergegas pulang dan tak lupa kami bayar lebih dahulu agar durian yang dimakan menjadi berkah. Harga satu buah durian yang kami makan adalah 60 ribu rupiah ,jadi total kami habiskan 180 ribu rupiah dalam semalam hanya untuk duren. Tapi dengan harga segitu sangat pantas karena rasa durennya mantap kali dan banyak banget durennya. jadi kalo menurut gw daripada pada minum minuman beralkohol di bar yang harga per slokinya sampai ratusan ribu jadi kalo sampe mabok bisa menghabiskan hingga jutaan rupiah  mending pada mabok Duren "Durian Ucok" cuma habis 200 ribuan udah teler sampai pagi. 

Kejadian seperti ini terjadi kembali keesokan harinya karena gw masih pengen makan durian. Pokoknya hari-hari gw di Medan terutama pada malam hari gw habiskan untuk menyantap durian di Durian Ucok ini cuma bedanya pada hari kedua gw memberanikan diri untuk menawar harga duren ternyata lumayan di korting 10 ribu rupiah per buah. Selain itu disini bisa juga dibungkus untuk dijadikan oleh2 atau buah tangan akan tetapi hanya bertahan 1 hari saja di suhu ruangan kalo di kulkas bisa 3 hari. Jika dibungkus daging durian akan dipisahkan dari kulit durian lalu dimasukkan ke dalam tempat seperti toples lalu akan di beri solatip hingga semi kedap udara atau bisa juga kita membeli olahan dari durian seperti Dodol durian maupun pancake durian yang pasti jangan disimpan terlalu lama karena bisa basi. Oh satu lagi "Durian Ucok" ini buka selama 24 jam ,namun ramai dari mulai malam hari sampai pagi hari sekitar jam 2-3 jadi tidak perlu khawatir tidak kebagian atau takut istri ngidam karena setiap saat buka.

Sekian cerita gw.Tks...


Tuesday, January 9, 2018

"Selamat Tinggal Kantorku Sayang"



Assalamualaikum,

Alhamdulillah setelah 3 bulan terakhir gw sibuk dengan berbagai hal, akhirnya gw bisa menulis lagi di blog ini. Dalam 3 bulan terakhir gw bener-bener ga punya waktu sedikitpun untuk menulis dan memperhatikan blog ini dikarenakan gw sedang fokus untuk mengejar masa depan gw hehehe... Banyak kejadian yang terjadi dan belom sempat gw tulis di blog ini. 

Gw menulis tulisan ini sebenernya sedih banget karena tulisan ini adalah tentang perpisahan dengan kantor gw yang lama. Jadi selama 4 tahun terakhir gw bekerja di Kementerian Perdagangan sebagai tenaga Honorer, ya jujur sih gw betah banget disana karena walalupun kerjanya lumayan berat cuma suasana disana tidak menakutkan seperti di swasta (menurut gw ya!!!). Lagian dari segi penghasilan juga cukup lah buat hidup daripada ga kerja soalnya nyari kerja jaman sekarang terbilang sulit banget. Nah kebetulan kemarin ada penerimaan CPNS Gelombang pertama yaitu Kemenkumham dengan jumlah penerimaan yang tergolong sangat besar, akhirnya gw memutuskan untuk mengikuti seleksi penerimaan CPNS Kemenkumham di Banten. Alhamdulillah akhirnya gw keterima setelah 4 tahun menunggu walaupun keterimanya bukan Di Kemendag.

Akhirnya per awal Januari 2018, gw resign dari Kemendag dan resmi menjadi pengangguran untuk sementara sampe tanggal pengumuman dan SK CPNS gw terbit. Pedih rasanya menulis kalimat perpisahan karena mau bagaimanapun 4 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Pengalaman berharga yang bisa gw dapet selama kerja di sana dan teman relasi yang terbilang sangat kompak dan nyaman harus gw tinggalin. Semua tulisan yang ada di Blog ini pun sebenernya adalah andil dari Kemendag karena gw bisa keliling Indonesia untuk mewujudkan impian gw sampai gw keterima di Kemenkumham. Suasana seperti keluarga yang sudah terbina bakal bikin gw kangen selamanya. Pokoknya cuma mau bilang makasih buat 4 tahun yang sangat berharga semoga jalan ini menjadi ridho buat gw. 

Sekian.Tks...  

Tuesday, August 22, 2017

Dawet Telasih Bu Dermi Penghilang Dahaga di Tengah Panasnya Kota Solo

Dawet Telasih Bu Dermi Solo

Assalamualaikum,

Mumpung masih siang dan cuacanya cukup tering, paling enak ngomongin tentang segala jenis minuman apalagi kalo dingin.  Nah belum lama ini tepatnya gw lupa kapan gw pernah pergi ke Kota Solo yang merupakan salah satu kota yang mempunyai cuaca yang cukup terik. Nah Solo ini walaupun cuacanya panas tapi asik buat nongkrong dan kulineran karena disini makanan dan jajanan disini murah-murah. Cuma kali ini gw akan fokus berbagi cerita saat gw mencicipi jajanan tradisional yang legendaris dan tentunya pas diminum saat terik yaitu "Dawet Telasih Bu Dermi".

Ibu Penjualnya dengan 2 karyawannya
Ibu Penjualnya dengan 2 karyawannya
Membuat Dawet Telasih
Membuat Dawet Telasih
Dawet telasih legendaris ini terletak di Pasar Gede Kota Solo. Kalo udah di pasarnya tinggal tanya orang aja pasti pada tau letaknya. Pokoknya gampanglah cari lokasinya tinggal keliling-keliling di Pasar Gede sekalian cari oleh-oleh buat di bawa pulang ke daerah masing-masing (di sini oleh2nya murah banget dibandingin beli di toko). Lapaknya gak pernah sepi pembeli, ada yang makan di tempat sampe berdiri dan ada juga yang di bawa pulang yang jumlahnya kayak orang mau jualan jadi reseller es dawet. Menurut informasi yang gw cari di internet dari berbagai sumber dawet telasih Bu Dermi ini berdiri dari tahun 1930-an. Penjualnya sekarang merupakan generasi ke-3.

Ini pertama kalinya gw mencoba minum dawet telasih ini padahal gw udah lumayan sering mampir ke Solo. Dulu sih sempet pengen nyoba cuma ya gitu kendala males jalan dan cuaca yang panas banget menghalangi niat gw untuk minum dawet yang katanya kesukaan Pak Presiden Indonesia Jokowi. Kebetulan ada waktu dan ga males buat jalan, terakhir kemarin gw ke Solo langsung nyari lokasinya ke Pasar Gede. Pas sampe sana bener adanya kalo rame banget yang ngantri dawet ini. Kali ini gw ga sendiri tapi bersama atasan dan rekan-rekan kerja sekalian cari oleh-oleh.
Seporsi Es Dawet Telasih Bu Dermi ( Rp.8.000,-/Porsi)
Seporsi Es Dawet Telasih Bu Dermi ( Rp.8.000,-/Porsi)
Walaupun rame pembeli tapi jangan ditanya pelayanannya, cepet banget kayak orang kebelet. Pembelinya juga pada pengertian, kalo ada yang udah beres minum dawet langsung bayar dan pergi, Salut deh buat masyarakat kota Solo yang tertib ga kaya ngantri di Monas hahaha. Karena gw berempat jadi ya pesennya 4 porsi es dawet telasih. Abis itu langsung foto cekrek...cekrek beres langsung hajar dawetnya. Menurut pengamatan mata gw yang udah terlanjur minus dari SMP, rata-rata orang menghabiskan waktu kurang dari 1 menit untuk menghabiskan Es Dawet Telasih yang sangat segar ini. Karena pas gw mesen emang lagi haus dan teriknya ga nahan jadi gw nambah tapi bukan dawetnya tapi es Gempol Pleret yang ga kalah seger sama dawet telasihnya.

Seporsi Es Gempol Pleret (Rp.8.000,-/porsi)
Seporsi Es Gempol Pleret (Rp.8.000,-/porsi)
Kalo dawet telasih itu terdiri dari dawet, ketan hitam, tape ketan, bubur sumsum, biji selasih, gula dan tentunya dengan es yang ditambahkan kuah santan yang menyegarkan sedangkan kalo es gempol pleret ini isinya campuran adonan tepung beras dan tepung sagu dan kuah yang sama segernya sama es dawet.
Sebenernya porsi dawet telasih ini  pas yang artinya tidak kurang dan tidak berlebihan. Kesan gw sih seger, ringan dan menyegarkan untuk satu porsi pertama dan mengenyangkan untuk porsi kedua. Jadi Jangan sampe minum dua porsi karena kenyang banget ntar ga muat perutnya untuk kulineran di Solo, kan sayang banget karena Solo punya makanan dan jajanan yang enak-enak. Soal harga ga usah ditanya karena emang murah-murah, seporsi es dawet telasih dan es gempol pleret cukup terjangkau hanya 8.000 (delapan ribu) rupiah. Jadi kalo yang lagi iseng atau memang sengaja jalan-jalan di Solo, Dawet Telasih Bu Dermi wajib dicoba karena dapat menjadi penghilang dahaga di tengah panasnya Kota Solo.  


Sekian Tks...

Wednesday, August 16, 2017

Akhirnya!!! Puncak Monas!!!

Monas


Assalamualaikum,

Setiap orang pasti mempunyai banyak keinginan dalam hidupnya begitu pun gw. Ya gw memang masih punya banyak keinginan yang masih belum tercapai, tapi setidaknya gw berusaha untuk mencicil beberapa keinginan untuk memenuhi kepuasan batin yang ada di dalam hati. Berhubung memasuki bulan Agustus yang identik dengan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang tercinta, jadi minggu kemarin gw pun memenuhi satu dari sekian banyak keinginan gw yang selama 26 tahun gw hidup belum pernah terlaksana yaitu naik ke puncak Tugu Monas (Monumen Nasional), simpel kan keinginan gw.

Padahal kalo dipikir-pikir juga tempat gw nge-kos dan kerja pun ga jauh dari kawasan Monas paling tinggal jalan kaki ga sampe 10 menit juga sampe. Untuk sampe ke puncak monas memang membutuhkan perjuangan yang bisa di bilang extra ditambah lagi gw orang yang tergolong pemalas. Tapi kalo udah niat sih mau kondisinya kaya gimana juga pasti gw lakuin, nah kebetulan pas kemarin gw ditemenin sama seseorang yang spesial ke Monasnya jadi makin bahagia deh hahaha...
Loket Beli Tiket Masuk Monas
Loket Beli Tiket Masuk Monas

Kartu JakCard
Kartu JakCard

Kaya Di KRL
Kaya Di KRL
Jadi untuk masuk ke tugu monas kita bisa masuk dari Lenggang Jakarta (naik mobil ke tempat masuk Tugu Monas) ataupun jalan dari Pintu masuk utara terus jalan kaki ke pintu masuk tugu monas. Kalo gw masuk dari pintu utara jadi jalan kaki deh ke loket tiket masuk Tugu Monas. Abis itu kita turun ke bawah untuk membeli tiket. Harga tiket untuk dewasa kalo ke puncak sebesar 15.000 (lima belas ribu) rupiah/orang, karena gw berdua jadi kenanya 40.000 (empat puluh ribu) rupiah. Jadi karena gw belum punya jakcard jadi sekalian bikin jadi dikenakan biaya tambahan sebesar 10.000 (sepuluh ribu) rupiah. 

Suasana Di Dalem Monas
Suasana Di Dalem Monas

Seperti Museum Pada Umumnya
Seperti Museum Pada Umumnya
Setelah kita beli tiketnya kita bisa langsung ke dalam Tugu Monasnya tentunya dengan berjalan kaki. Setelah masuk ke dalam Monas, ternyata di dalamnya luas  dan terdapat banyak seperti miniatur2 yang di kacain seperti museum pada umumnya, cuma karena kita pengen cepet langsung ke puncak jadinya kita langsung mengantri ke lift untuk naik ke puncaknya. Disinilah awal mula kesabaran di uji. Bisa dibayangkan untuk bisa ke lift saja antriannya sangat panjang, kita kemarin kena 1 jam padahal datangnya termasuk pagi. Belum lagi banyaknya orang yang maunya nyerobot antrian dan tidak peduli dengan orang yang mengantri lebih dulu. Yang lucunya bisa jadi mereka yang lebih galak kalo di tegur atau dibilangin. Ya karena kita pengennya jalan-jalan jadi ya santai aja ga usah terpancing bawa enjoy aja. 

Ngantri Ke Puncak Monas
Ngantri Ke Puncak Monas
Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal Keliatan

Pemandangan Lain
Pemandangan Lain
Berkat niat yang kuat dan kesabaran, akhirnya sampai juga di depan liftnya. Lift ini sanggup membawa total 800 kg, tapi karena ada operator di liftnya jadi paling muatnya sekitar + 8 orang. Akhirnya penantian gw selama 26 tahun untuk bisa naik ke puncak Monas terlaksana juga. Di puncak kita bisa melihat pemandangan kota Jakarta di sekitar kawasan Monas seperti Masjid Istiqlal dan  beberapa kantor Pemerintahan. Angin yang berhembus sangat kencang di Puncak Monas jadi lebih baik bawa jaket supaya ga masuk angin. Rasa penasaran gw hilang sekejap karena memang kita hanya bisa melihat sekitar monas dan rasa khawatir akan pengunjung yang semakin lama semakin banyak memenuhi puncak Monas yang tidak terlalu luas, akhirnya kami pun memutuskan untuk turun ke bagian cawan Monas.

Foto bareng orang spesial di cawan Monas
Di Cawan Monas ini sangat sepi dan berangin seperti di puncak Monas. Di sini kita duduk-duduk dan beristirahat karena memang cocok banget buat istirahat tempatnya bisa tiduran juga. Selesai-lah Satu keinginan gw dari beberapa keinginan gw. Akhirnya bisa ke Puncak Monas setelah 26 tahun dalam hidup gw. Sebagai saran tambahan dari pengalaman gw ke Monas adalah jangan lupa bawa minum air putih yang banyak karena selain antrian yang panjang dan lama, mesin penjual air kadang kehabisan stok air dan juga ribet (kadang mesinnya hanya menerima uang yang kondisinya tidak lecek). Jangan lupa juga untuk antri dengan tertib!!!!

Sekian!! Tks..

Thursday, August 10, 2017

Berburu Batik di Pasar Grosir Setono Pekalongan


Pasar Grosir Batik Setono Pekalongan

Assalamualaikum,

Batik merupakan salah satu warisan kebudayaan Indonesia, hampir di setiap daerah di Indonesia dari mulai Aceh sampai Papua mulai mengembangkan Batik dengan motif yang menggambarkan daerah masing-masing. Contohnya seperti motif awan mendung dari daerah cirebon, motif bunga rafles dari Bengkulu dan tentunya masih banyak lagi kalo disebutin satu-satu. Tidak hanya di Indonesia, Baju batik ini juga sudah dikenal oleh dunia Internasional bahkan tak jarang turis-turis dari mancanegara membeli batik untuk oleh-oleh maupun dipakai dengan bangga di negara asalnya masing-masing. Karena motifnya yang sangat bervariasi dan unik-unik, baju batik ini sangat cocok dipakai di berbagai jenis kondisi formal (rapat, kerja kantoran dll) dan informal (nongkrong dan jalan-jalan). Bahkan ada instansi maupun perusahaan yang mewajibkan pegawai/karyawannya untuk memakai kemeja batik pada hari tertentu. 

Walaupun di setiap daerah di Indonesia mempunyai batik dengan motifnya masing-masing tetapi gw memang paling bangga kalo memakai baju batik yang berasal dari Kota yang terkenal akan batiknya yaitu Pekalongan. Selain karena Pekalongan terkenal dengan Kota Batik, kota ini juga merupakan tempat dimana setiap tahunnya gw pulang kampung alias mudik. Sebenernya sih gw mudik ke Batang tapi deket banget ke Pekalongan paling sekitar 15 menit. Di Pekalongan banyak sekali tempat grosiran batik, tapi ada satu tempat yang menjadi tempat andalan keluarga gw dari dulu kalo beli batik yaitu Pasar Grosir Batik Setono. Letak dari pasar grosir ini di tengah Batang dan Pekalongan.
Macam-Macam Batik
Macam-Macam Batik
Oke, jadi ceritanya kemarin pas Mudik Ke Batang - Pekalongan saat libur lebaran, gw sekeluarga mampir untuk membeli baju batik Pasar Grosir Batik Sentono. Kalo dari rumah gw sih ga jauh paling sekitar 10 menit juga sampe. Banyak pasar grosir `yang tersebar di Pekalongan namun di Pasar Setono ini punya kelebihan yaitu barangnya bagus, murah dan bisa ditawar. Sebaiknya jika memang sudah niat mau dateng kesini diusahakan datengnya pagi-pagi karena kalo siang dikit aja sudah rame parah dan barang yang bagus-bagus sudah diambil orang.

Batik Hasil HUnting di Pasar Setono
Batik yang gw dapet
Kalo menurut gw milih kemeja batik yang sesuai butuh kesabaran karena dengan budget yang sangat terbatas gw harus dapet motif batik dan bahan serta ukuran yang sesuai ama gw (maklum ukuran gw kan XL asing). Belum lagi proses tawar menawar yang berlangsung sengit sama pedagang itu butuh waktu untuk tarik ulur. Akhirnya setelah dua jam berkeliling gw dapet batik yang menurut gw sangat cocok dengan keinginan gw. Proses tawar menawar berlangsung sengit dari harga 400 ribuan sampe akhirnya gw dapet di harga 250 ribuan. Jurus menawar ala emak-emak galak sampe yang alus gw keluarin semua, yang penting kuncinya sabar dan jangan mudah menyerah. 

Sekian.Tks...

Monday, July 31, 2017

" 5 Kuliner khas Kota Pekalongan yang Wajib di coba!! "





Assalamualaikum,

Pekalongan adalah salah satu dari beberapa kota yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, terletak di Jalur Pantura dan memiliki julukan "Kota Batik".  Kali ini gw tidak akan membahas tentang batik tetapi gw akan sedikit memberikan informasi tentang kuliner yang wajib di coba jika mampir Ke Kota Pekalongan. Seperti daerah lain di Jawa Tengah maupun Provinsi lain, Pekalongan juga mempunyai beberapa kuliner khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain, walaupun ada beberapa di daerah lain yang menjual kuliner Pekalongan di daerah lain akan tetapi kurang greget rasanya kalo tidak mencoba di daerah asalnya. Karena keluarga gw baru pindah ke Batang di Kota Pekalongan jadi informasinya belum bisa banyak-banyak hahaha...

Soto tauto

Soto Tauto Kerbau
Soto Tauto Kerbau
Soto tauto ini adalah adalah perpaduan antara soto dengan tauco. Di Pekalongan sangat banyak pedagang warung maupun toko yang berjualan kuliner satu ini karena memang Tauto ini memang berasal dari Pekalongan. Tauto ini berbeda dengan jenis soto yang lain karena selain menggunakan tauco sebagai bumbunya, daging yang digunakan adalah daging dan jeroan kerbau. Namun bagi yang tidak suka dengan tekstur maupun baunya tidak usah khawatir karena biasanya warung yang menyediakan menu tauto menyediakan daging ayam maupun daging sapi sebagai pengganti dari daging kerbau. Gw sendiri sangat suka dengan daging kerbau karena lebih berasa dan pas sama tauconya. Kalo Gw dan keluarga gw sangat sering makan Soto Tauto di daerah PPIP di kota Pekalongan dan Warung Sederhana yang terletak di Jalan A. Yani No. 37 Kauman di Batang (Selain deket rumah juga karena murah dan enak). Range harga Tauto ini dari 15.000 - 20.000 rupiah lengkap dengan nasi atau lontong.

Nasi Megono

Nasi Megono
Nasi Megono (Sumber di sini)
Kita sudah seringkali mendengar nasi uduk, nasi kuning dan nasi kucing sebagai menu andalan daerah masing-masing. Tapi kalo lagi di Pekalongan mending cobain deh menu "Nasi Megono". Kuliner yang satu ini bisa dikatakan unik karena menggunakan nangka muda sebagai tambahan nasinya. Nasi megono bisa di makan pagi, siang maupun malam hari tergantung kitanya saja mau makan kapan. Kalo gw pribadi sih tidak punya tempat rekomendasi tertentu karena rasa dari Nasi Megono dari warung ke Warung hampir sama. Saat gw tinggal di Serang, gw pernah mencoba nasi megono namun sayangnya sangat mahal untuk seporsinya bisa dihargai sampai 15.000  rupiah tetapi kalo di Pekalongan harganya sangat murah paling seporsinya hanya 2.000 - 3.000  rupiah bahkan kalo di warung garang asem yang di alun-alun Pekalongan megononya gratis walaupun garang asemnya bayar. hahahah. 

Pindang Tetel

Pindang Tetel
Pindang Tetel (sumber di sini)
Nah Pindang tetel ini sebenernya mirip sama rawon cuma isinya tetelan. Kuliner ini juga sangat banyak dijual di sekitaran alun-alun kota Pekalongan. Jadi sebenernya sama aja kaya rawon cuma mungkin namanya aja beda dan pake tomat sebagai tambahan bumbunya (apa lidah gw yang salah, klo salah tolong dimaafkan hehehe). Kalo siang hari sangat disarankan makan pindang tetel karena seger banget makanan yang satu ini apalagi kalo pake sambel. Range harganya 20.000 - 30.000 rupiah/porsi tergantung tempat dan porsinya.

Garang Asem

Garang Asem
Garang Asem (Sumber di sini)

Tidak jauh berbeda dengan Pindang Tetel, Garang asem juga sepertinya mirip rawon cuma pake daging sapi bukan pake tetelan seperti pindang tetel. Sekarang tergantung dari konsumen aja senengnya pindang tetel atau garang asam, biasanya dalam satu warung pasti menjual pindang tetel dan garang asam jadi kalo penasaran bisa pesen dua-duanya sekaligus. Pindang tetel maupun garang asam juga enak disantap menggunakan nasi megono dan telor pindang jadi bisa nyicipin 3 menu dalam satu suap. Range harganya 20.000 - 30.000 rupiah/porsi tergantung tempat dan porsinya.

Es Kombor

Es Kombor
Es kombor adalah satu-satunya jenis minuman yang gw masukan ke dalam daftar. Es Kombor ini bisa jadi musuh terbesar saat puasa (untung aja gw di Jakarta pas puasa). Terbuat dari campuran santen, air dan bahan lain-lain (Gw gatau persisnya) yang pasti rasanya kaya es mocca. Ini es emang seger banget dan kalo gw minum biasanya ga bisa satu gelas. yang uniknya adalah campuran roti tawar yang dicampurkan ke dalam es kombor. Es yang satu ini banyak ditemui di sekitar pasar maupun di alun-alun. Wajib nih di coba karena belum tentu di daerah lain ada walaupun kalo dilihat dengan seksama banyak pedagang es kombor ini tidak memerhatikan kebersihan dari es maupun tempat penyajiannya. Untuk seporsi es kombor cukup murah hanya 2.000 rupiah. 

Sekian. Tks... 


     

Friday, July 28, 2017

"Pentingnya Jam Tangan"



Jam Tangan Kayu



Assalamualaikum,

Setiap orang dalam hidupnya pasti mempunyai suatu benda yang dianggap penting, begitu juga dengan gw. Salah satu benda yang menurut gw penting adalah "Jam Tangan". Gw ini adalah seseorang yang sangat menyukai jam tangan apapun jenisnya (Kecuali jam tangan cewe karena gw cowo). Sesuai dengan namanya, jam tangan adalah sebuah alat untuk melihat waktu yang diletakan pada pergelangan tangan seseorang. Sebenernya fungsi utamanya hanya melihat waktu, tapi kenapa gw bisa suka banget ?? Banyak alasannya yang pasti. Bisa jadi orang juga liat waktu pake Handphone atau nanya orang, tapi memang banyak alasannya jam tangan menjadi salah satu barang favorit gw yang begitu gw anggap penting.

Koleksi Jam Tangan
Koleksi Jam Tangan

Jam Koleksi Baru
Jam Koleksi Baru

Salah satu alasannya kenapa gw bisa sama jam tangan adalah benda tersebut merupakan hadiah sweet seventeen  alias ulang tahun yang ke 17 (Percaya kan gw pernah muda....) yang di berikan oleh orang tua ke gw. Sampe sekarang jam tangan hadiah ultah ke 17 masih sering gw pake terutama untuk acara-acara penting atau besar. Semenjak itu gw sangat menyukai jam tangan, setiap liat jam tangan di toko jam atau di mall gw selalu pengen beli atau sekedar liat-liat modelnya cuma ya gitu deh masalahnya mahal-mahal harganya dan duitnya belum ada hahaha... klasik banget kan masalahnya.

Dari saat itu sampai sekarang alhamdulillah udah punya beberapa koleksi jam tangan, dari mulai di kasih, warisan orang tua, ngambil jam kakak sampe dianya ikhlas dan tentunya beli sendiri (yang murah pastinya). Setiap hari pas gw pergi kmana-kmana gw selalu memakai jam tangan. Bagi gw pribadi jam tangan itu sangat penting banget bukan hanya sebagai aksesoris biasa.

Menambah Kepercayaaan Diri

Selain untuk melihat waktu, jam tangan ini merupakan aksesoris yang bisa menambah kepercayaan diri gw saat bertemu orang ataupun sedang bekerja di ruangan maupun di lapangan. Rasanya tuh ada nilai plusnya disaat bertemu orang pakai jam tangan, jadi rapih keliatannya. Kebanyakan orang yang pernah gw tanya juga sama pendapatnya biasanya apalagi jika dia juga suka ama jam tangan.

Sebagai Aksesoris Pelengkap sampai Perhiasan 

Jam tangan sekarang ini sudah banyak jenisnya dari analog, digital maupun gabungan keduanya, belum lagi material dari jam tersebut dari mulai kaca, mesin maupun strap / tali jam. Material ini lah yang membuat harga jam bisa mahal. Makanya ada beberapa orang yang menganggap bahwa jam tangan ini merupakan aksesoris pelengkap (misalnya materialnya kebanyakan dari plastik) maupun perhiasan seperti jam Rolex yang harganya dari jutaan hingga miliaran. Gw sendiri menganggapnya sebagai aksesoris pelengkap cenderung wajib, sama kaya kacamata yang gw pake kmana-mana. Gw anggap aksesoris karena harga jam gw ga terlalu mahal juga dikisaran puluhan ribu sampe ratusan ribu. Kalo untuk material gw lebih suka jam tangan strap stainless karena keren aja diliatnya terus awet juga.Jam tangan juga bisa dijual karena punya nilai jual. Kondisi keuangan yang tidak menkadang mengharuskan 

Bisa dijual Jika Butuh Uang

Jam tangan juga bisa dijual karena punya nilai jual. Kondisi keuangan yang tidak menentu kadang mengharuskan kita menjual barang-barang beharga, nah salah satunya jam tangan walaupun susah lakunya karena kebanyakan orang menganggap jam tangan juga sebagai barang koleksi jadi tidak ada patokan harga untuk menjual atau membeli sesuai dengan harga standar. Cuma gw belum pernah jual jam tangan juga sih cuma liat di bebereapa situs jual beli online banyak yang menjual jam tangannya. Kalo di Toko jam kayaknya tidak bisa kita menjual.

Tidak Ribet dan Simpel

Ada kalanya kita sedang terburu-buru dalam suatu perjalanan menuju suatu tempat, daripada liat handphone cuma buat tau waktu sekarang mending liat jam tangan udah tidak ribet, simpel pula. Ada beberapa jam tangan yang bisa jadi kalkulator, stopwatch dan alarm, jadi fungsinya banyak sebenernya. Bahkan ada juga Smartwatch yang sedang banyak-banyaknya di pake saat ini, Fitur yang di tawarkan sudah sangat banyak dari telpon, sms, sosial media dan mendengarkan musik bisa dilakukan.

Tks...

Tuesday, July 25, 2017

Wisata Murah dan Unik di Kebun Teh Pagilaran di Batang


Kebun Teh Pagilaran - Kab Batang

Assalamualaikum,

Hari raya Lebaran 2017 sudah sebulan berlalu, masih banyak pengalaman saat mudik di Batang yang belum sempet gw ceritain terutama saat keluarga gw jalan-jalan. Setelah sibuk silaturahmi mengunjungi rumah mbah gw di Desa Bawang pada hari lebaran kedua, gw dan keluarga berencana untuk berwisata ke Kebun Teh Pagilaran. Tempat ini tidak terlalu jauh dari rumah sekitar 30 KM atau sekitar 1 jam perjalanan. Keluarga gw memutuskan pergi ke Kebun Teh Pagilaran karena selain dekat, tempat ini sangat sejuk, murah dan tentunya masih belum terlalu banyak orang yang pergi kesana jadi tidak perlu macet dan desak-desakan. Tau sendiri kalo orang kita pegang duit apalagi pas THR lebaran sudah turun, tempat wisata pada penuh dan tentunya pada ga sabaran untuk masuk. 
Jalan menuju Kebun Teh Pagilaran ini juga bebas macet dan sudah bagus jadi ideal bangetlah pas gw mudik ke Batang main ke sini. Sebenernya dulu gw pernah kesini satu kali sekitar 4-5 tahun yang lalu tapi waktu itu kayaknya belum bagus jalannya. Lahan Kebun Teh ini milik PT. Pagilaran yang terletak di Desa Gondang, Kabupaten Batang - Jawa Tengah. Keren sih menurut gw daripada dianggur-in tempatnya mending dikelola jadi tempat wisata kan itung-itung bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar juga.
Karcis Masuk Kebun Teh Pagilaran
Karcis Masuk Kebun Teh Pagilaran
Seperti yang udah gw perkirakan waktu tempuh dari rumah ke tempatnya memakan waktu sekitar 1 jam (udah termasuk nyasarnya). Sekedar saran sih buat pengelola untuk memperjelas papan arah menuju kawasan soalnya waktu gw kesana ada sekitar 3 mobil luar kota yang nyasar. Sesampainya di pintu gerbang kawasan wisata gw sudah bisa melihat kebun teh yang sangat luas. Untuk masuk ke kawasan wisatanya kita hanya dikenakan biaya 5.000 (Lima Ribu) rupiah/orang, sangat murah lah untuk ukuran tempat wisata. dari pintu gerbang ke tempat parkir sekitar 10 menitan tapi di sepuluh menit perjalanan kita bisa nentuin banyak spot yang keren buat ambil foto, ga rugi lah pokoknya.




Sesampainya di parkiran mobil, gw langsung pengen cepet-cepet pergi ke kebun tehnya tapi papa sama mama gamau karena capek juga kalo harus turun naik. Mampirlah kami ke sebuah kedai atau warung untuk ngedrop mama dan papa. Seperti di tempat sejuk lainnya, kedai ini menjual seperti berbagai minuman hangat (kopi, susu dan jahe) dan makanan ringan (mie instan, gorengan dan jagung bakar) pokoknya enaklah nongkrong di warung kalo tempatnya dingin. Orang tua gw udah anteng alias pw sama tempatnya sekarang giliran anak muda beraksi, gw berempat ama kakak beserta istrinya dan adik gw pergi berkeliling di sana.


Flying Fox
Flying Fox
Jalan di Kebun Teh
Jalan di Kebun Teh
Danau dan Bebek2an
Danau dan Bebek2an
Saat kami berempat turun ke area wisatanya ternyata banyak wahana yang tersedia disini seperti flying fox, jembatan panjang dan perahu bebek. Rasanya pengen nyoba wahananya cuma kalo liat badan gw segede gini sih mending nyadar diri aja hahahha. Karena kita pada nyadar diri ga bisa naik wahana, akhirnya cuma foto-foto aja di sekitaran kebun teh sambil sesekali liat jajanan yang dijual disana. Untuk menggunakan setiap wahana kita harus membayar lagi jadi tiketnya terpisah dengan tiket masuk, contohnya jika kita mau mencoba flying fox  kita harus membayar lagi sebesar 10.000 (Sepuluh Ribu) rupiah/orang di loket yang sudah di sediakan di masing-masing wahana..

Ada sesuatu yang unik di tempat ini yaitu adanya fasilitas WIFI yang disediakan oleh pihak pengelola Kebun. Kalo restoran atau hotel ada WIFI sudah sering kali gw temukan dan sebenernya hukumnya semi wajib tapi kalo kebun teh punya wifi baru kali ini ketemu. Untuk menggunakan fasilitas WIFI kita harus menghubungi tukang parkir dan membayar 3.000 (Tiga Ribu) rupiah, nanti di kasih passwordnya untuk akses ke WIFI yang sudah di sediakan. Memang di kawasan ini hampir tidak ada sinyal HP yang ketangkep jika adapun paling hanya 1-2 batang itu pun udah provider yang paling canggih katanya. Gw sih mending foto-foto sambil bercanda trus liat pemandangan sambil makan bareng keluarga karena sayang aja belum tentu bisa setahun sekali ke sini dan masa iya pas lagi liburan malah sibuk sama HP.







Setelah asik foto-foto gw terkena penyakit perut yang suka kambuhan tiba-tiba yaitu laper. Penyakit gw itu suka kambuh apalagi kalo nyium bau ayam  yang di tusuk-tusuk terus dibakar dipake-in bumbu kacang ama kecap alias sate ayam kebetulan banget nih ada yang jual di sini, pas banget lagi dingin-dingin makan sate ayam. Sate ayam disini dijual pake motor yang sudah di modifikasi, per tusuknya cuma 1.000 (seribu) rupiah, Namanya megang THR langsung dah gw beli 50 tusuk buat dimakan rame-rame sama keluarga tanpa nasi hahaha..

Sate Ayam Rp.1.000/tusuk
Sate Ayam Rp.1.000/tusuk
Teh Hitam Pagilaran buat Oleh-Oleh
Teh Hitam Pagilaran buat Oleh-Oleh



Sate ayam udah jadi, gw langsung balik ke kedai warung tempat mama sama papa duduk trus gw buka bungkus satenya dan tau kan apa yang terjadi??? Satenya ludes kurang dari 10 menit. Memang tempatnya nyaman dan sepertinya keluarga gw belum mau pulang juga akhirnya gw pesen mie rebus aja buat ngemil. Ada sekitar 1 jam setelah gw makan mie rebus keluarga gw masih santai-santai padahal belum makan berat. Mungkin karena udah kelamaan dan udah mulai banyak yang dateng akhirnya si papa ngajakin pulang. Sebelum pulang gw beli teh hitam dan opak mentah yang dijual di kedai warung yang sama tempat nongkrong papa dan mama. Kaget bukan main pas bayarnya cuma kena 100 ribuan lah untuk semua makanan dan minuman serta oleh-oleh. Kalo yang ini biar gw yang bayar hahahaha.





Menu Makanan beserta Harganya
Menu Makanan beserta Harganya
Saat arah pulang ke rumah masih di daerah Kebun teh tapi sudah melewati pintu gerbang masuk, ada satu rumah makan ikan bakar namanya "Bukit Halimun". Rumah makan ini memiliki pemandangan yang tidak kalah bagus dengan Kebun Teh Pagilaran. Makan Ikan di tempat dingin dengan suasana yang bagus sungguh nikmat deh. Secara keseluruhan sih makanannya lumayan enak dan harganya murah. Setelah makan kami sekeluarga bergegas pulang ke rumah di Batang. Sekian cerita gw saat jalan-jalan ke kebun teh Pagilaran, Silahkan dicoba mampir kalo main ke Batang. Tks.....